Akibat Hujan, 20 Titik Jalan Sabuk Merah Perbatasan RI-RDTL Rusak

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Curah hujan ekstrim yang terjadi di wilayah Kabupaten Belu dan Malaka menyebabkan sebagian jalan sabuk merah Sektor Timur Perbatasan RI-RDTL di wilayah Timor Barat rusak.

Sedikitnya terdapat 20 titik jalan sabuk merah perbatasan di dua wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste itu mengalami longsor hingga beberapa titik jalan terancam putus.

Rofinus Ngilo selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.5 Pembangunan Jalan Perbatasan NTT yang dihubungi media membenarkan sejak bulan November tahun 2018 lalu tim subdit lereng dari Jakarta terdapat 18 titik saat itu yang terdata.

Kemudian kondisi terbaru ada penambahan beberapa titik seperti di wilayah Alas, Lamaknen juga beberapa wilayah lain jadi sekitar 20 titik dari data semula. Rekomendasi penanganan nanti diperlukan perencanaan tersendiri, melalui metode penyelidikan tanah.

Terkait itu, tidak semudah menangani kerusakan jalan. Sebab itu tim perlu mengecek kedalaman khususnya longsor karena tidak bisa dipasang bronjong itu akan semakin membuat beban berat.

“Jadi tidak bisa ditangani biasa. Itu perencanaan khusus yang dilongsor jadi tidak yang umum seperti biasa,” ujar dia, Rabu (13/2/2019).

Menurut Rofinus, semula kerusakan jalan yang sudah terdeteksi sampai bulan November ada 18, tetapi dengan cuaca hujan bertambah. Kita berharap tidak ada lagi tambahan kerusakan jalan sabuk merah perbatasan di dua wilayah.

“Dari periode Desember sampai akhir Januari ada penambahan titik longsor. Jadi kondisinya seperti itu jumlah titik bertambah. Kalau kondisi mendukung dengan durasi yang lama khusus dengan tanah yang rentan akan bertambah kerusakan,” ucap dia.

Terkait itu, rencana perbaikan kerusakan jalan tentunya dari tim akan melakukan perencanaan terlebih dulu. Jadi rencana untuk melakukan penanganan konstruksi kita menunggu desain dari perencana.

“Saya sudah laporkan semua kerusakan termasuk kondisi yang sekarang. Ini sesuatu hal mustahil tidak mungkin kita membendung alam. Kita harap tidak ada tambahan kerusakan jalan,” akhir Rofinus.