Habiskan Dana 3,4 Miliar, Plaza Pelayanan Publik Belum Ditempati

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Proyek rehab gedung lama Kantor Bupati Belu yang diperuntukan bagu Plaza Pelayanan Publik Atambua yang menggunakan Anggaran tahun 2018 bersumber dari APBD Belu senilai Rp 3.493.295.000.

Imformasi yang dihimpun, pengerjaan merehab gedung tersebut sudah selesai dan sudah dilakukan PHO pada tanggal 17 Desember 2018 lalu. Namun hingga saat ini gedung megah yang terletak di jantung Kota Beriman, Kabupaten Belu Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste belum ditempati.

Sesuai pantauan media, Selasa (15/1/2019) renovasi gedung bekas Kantor Bupati Belu yang menggunakan APBD Belu RP 3 Miliar lebih itu belum diresmikan. Laksana sepi ruangan dalam gedung itu masih kosong belum ditempati instansi-instansi teknis yang berkaitan dengan perizinan.

Kemegahan gedung yang disulap jadi Plaza Pelayanan Publik itu dijadikan warga Kota Atambua dan sekitarnya sebagai objek atau tempat untuk berfoto-foto pada siang hari, sore hari bahkan di malam hari. Persis disamping bangunan belakang patung A.A Bere Tallo berdiri sebuah kontener yang dijadikan Caffe Timor.

Nampak di sekitaran halaman Caffe terlihat sampah daun mangga yang berserakan. Tidak saja itu pada bagian belakang gedung Plaza terlihat genangan air juga sisa bahan sertu di halaman belakang gedug yang tidak dirapikan pasca selesai pengerjaan.

Terpisah Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Belu, Maria K. Eda Fahik yang dihubungi media melalui telepon seluler mengatakan, pihaknya dalam persiapan untuk pengoperasian. Tentunya dalam persiapan itu tidak mudah tapi kita harus lakukan persiapan.

Dituturkan, hari ini bahkan sudah sejak minggu lalu pihaknya telah melakukan persiapan-persiapan di Kantor baru. Mulai membersihan gedung baik di dalam ruangan bahkan hingga halaman Kantor.

“Persiapan pembersihan dilakukan karena dalam waktu dekat kita akan tempati gedung,” ujar Eda.

Ketika ditanyai kapan diresmikannya gedung Plaza itu, jelas Eda rencana peresmian akan dikomunikasikan dengan Pimpinan yang terutama ditempati dulu gedungnya.

“Yang akan tempati gedung itu yang pastinya instansi yang berkaitan dengan perizinan dan non perizinan, OPD terkait juga dari Kementerian instansi-instansi vertikal yang bertugas di wilayah Belu,” urai dia.

Kaitan itu lanjut Eda pihaknya telah menyiapkan konsep untuk rapat koordinasi guna menyamakan persepsi dengan instansi terkait dalam rangka pengoperasiannya.
“Jadi instansi Kabupaten, Propinsi maupun Pusat yang berada di daerah kita satukan khusus yang berkaitan dengan perizinan-perizinan,” akhir dia.