Alumni GMNI, Tingkatkan Pemahaman Idiologi Pancasila

Bagikan Artikel ini

Ende, NTTOnlinenow.com – Temu alumni GMNI NTT yang berlangsug sejak 29 Mei – 1 Juni 2018 menghasilkan sejumlah rekomendasi yang berkaitan dengan sejumlah persoalan kebangsaan di tanah air. Dalam release yang diterima NTTOnlinenow.com, para alumni menyoroti maraknya gerakan radikalisme dalam beragam bentuk terror. Hal itu dipandang sebagai tantangan ideologis yang serius bagi bangsa dan Negara.

“Ideologi Pancasila mendapat ujian serius ketika banyak unsur masyarakat yang mulai aktif mencoba peruntungan melalui anutan pada ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila,” demikian Ketua Pengurus Alumni GMNI NTT Nikolaus Fransiskus.

Oleh karenanya, Alumni GMNI NTT memandang penting untuk meningkatkan pemahaman ideologi Pancasila ke segala lapisan masyarakat, terutama pada lembaga-lembaga pendidikan. Sebab pemahaman ideologi yang kuat sangat penting diikuti dengan tindakan-tindakan politik, sosial, ekonomi dan budaya yang mencerminkan realisasi ideologi.

Dikatakannya, keputusan Presiden membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) merupakan keputusan yang tepat, sebagai pusat gerakan konsep dan gagasan untuk membumikan Pancasila ke seluruh pelosok Indonesia.

“Alumni GMNI NTT sangat siap bekerjasama dengan BPIP dalam rangka doktrinasi, sosialisasi dan penyebaran paham ideologi Pancasila yang benar,”sebut Niko lagi.

Selain itu, disebutkan bahwa lembaga–lembaga politik formal, perlu diisi oleh personal-personal yang memiliki pemahaman ideologi yang kuat sehingga mampu merumuskan regulasi yang merupakan derivasi langsung ideologi Pancasila.

“Calon-calon legislativ pada Pemilu 2019 haruslah orang-orang pilihan yang memiliki benteng ideology Pancasila yang kuat,”ucap Niko lagi.

Oleh karenanya, alumni GMNI di NTT sangat siap menjadi mitra konstruktif lembaga-lembaga pendidikan formal maupun non formal dalam rangka mendukung penciptaan kader-kader bangsa yang memiliki kekuatan pemahaman ideologi Pancasila secara tuntas.

“Alumni GMNI NTT merekomendasikan kepada BPIP untuk merumuskan pokok-pokok indoktrinasi Pancasila serta metode-metode yang tepat sehingga mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Alumni GMNI NTT mendukung keputusan Pemerintah yang membentuk Komando Pasukan Khusus Gabungan TNI dan POLRI dalam rangka pemberantasan terorisme hingga ke akar akarnya,” urai Niko.

Rekomendasi yang dihasilkan para alumni GMNI NTT tersebut langsung diserahkan kepada Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya yang hadir pada puncak Temu Alumni GMNI NTT, 31 Mei 2018 malam.

Musda Di Sumba Timur
Selain menghasilkan rekomendasi untuk disampaikan guna mendapat perhatian, Temu Alumni GMNI NTT di Ende juga menyepakati untuk segera menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Alumni GMNI yang telah habis masa kepengurusannya sejak tahun lalu. Para alumni menyepakati untuk menggelar Musda PA GMNI di Waingapu, Ibukota Kabupaten Sumba Timur pada Bulan Oktober 2018 mendatang.

Juru bicara Tim7 Temu Alumni GMNI Yoppy Lati mengatakan selain menetapkan Waingapu sebagai tuan rumah pelaksanaan Musda juga forum juga menyepakati agar Temu Alumni GMNI menjadi agenda tahunan Alumni GMNI. “Kita telah bersepakat agar temu alumni seperti ini menjadi agenda tahunan dan dilaksanakan di Ende menjelang Bulan Bung Karno dan menghadiri Hari Pancasila,”jelas Yoppy.