Karantina Indonesia Akan Kerja sama Dengan Karantina Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dalam hal menjaga sumber daya alam hayati agar terjamin perdagangan antar dua negara yakni ternak bisa meningkatkan dan berjalan dengan baik aman dari berbagai jenis penyakit.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Karantina Pertanian Indonesia, Bahnun Hartini dalam pertemuan bersama Pejabat lintas sektor yang bertugas di batas di Aula Lantai 2 PLBN Mota’ain, Desa Silawan, Kecamatan Tastim, Kabupaten Belu, Timor Barat, Jumat (27/4/2018).

Dikatakan, sementara ini Karantina Indonesia sedang membangun protokol untuk kerja sama dengan Karantina Timor Leste terkait dengan perdagangan pelintasan hewan maupun ternak antar kedua negara.

“Kita jadikan sarana update kita jadi nasional. Mudah-mudahan dengan selesai pertemuan ini perwakilan Timor Leste bisa menyampaikan ke atasan sehingga bisa mempercepat diskusi protokol,” ujar Hartini.

Diharapkan, dengan adanya protokol kerja sama masyarakat kita yang pelintas bisa lebih aman, nyaman dan khususnya bisa tingkatkan perdangangan dibidang kesehatan, pertanian dan peternakan.

Menurut Hartini, dirinya sangat bangga berkunjung ke PLBN Mota’ain. Lewat silaturahmi ini memperkuat kerja sama koordinasi antar lintas sektor di daerah perbatasan dengan Timor Leste.

“Di wilayah batas negara harus saling gotong royong agar tugas-tugas di perbatasan dapat dilaksanakan dengan baik,” pinta dia.

Meskipun fasilitas belum mendukung, tapi kita harus bersyukur apa yang sudah ada sarana prasarana di PLBN sangat mendukung dalam rangka mengamankan tugas di wilayah perbatasan. Di PLBN ini sarana prasarananya lengkap dan ini modal untuk kita bekerja dan harus tetap dijaga selalu.

Hartini mengharapkan juga sinergitas lintas sektor dalam mendukung kelancaran tugas dan mengamankan wilayah perbatasan. Tantangan kita kedepan sudah sangat dinamis, tantangan dibidang proteksi sumber daya alam kita yang harus dikembangkan yakni Karantina.

“Kami tidak bisa sendirian bekerja di garis batas, tapi butuh dukungan dari semua lintas sektor dan stakeholder yang ada di daerah,” ucap dia.

Dia menyampaikan terimakasih kepada CIQ atas koordinasi dan kerja sama yang terjalin dengan baik selama ini dan kedepan terus ditingkatkan. Demikian juga dengan mitra jajaran TNI dan Polri yang melaksanakan pengamanan di perbatasan.

“Selalu berkoordinasi dengan setiap lintas sektor yang ada dan maksimalkan sarana prasarana yang sudah lengkap serta komunikasi dengan baik demi kelancaranan. Dengan harapan agar kita selalu bersinergi dalam melaksanakan tugas masing-masing,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Administrator PLBN Mota’ain, Tiolan Hutagalung kunjungan silaturahmi Kepala Badan Karantina Indonesia ini sekaligus koordinasi lintas sektor di perbatasan. Selama ini semua bekerja di batas sesuai tugas dan fungsi masing-masing dan kami BNPP hanya fasiitasi dan koordinasi.

“Kami disini sinergitas antar lintas sektor. Adapun bangunan yang ada di sini koordinasi BNPP dengan Kementerian PUPR kami hanya sebatas menjalankan tugas. Oleh karena itu ini perlu dibenahi sistem di PLBN sehingga bisa dilengkapi dengan terminal barang dan kami harap dengan kembalinya Ibu ke pusat bisa menyampaikan kondisi saat ini agar terealisasi,” pinta Hutagalung.

Adapun hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Balai Karantina Kelas 1 Kupang, Karantina Perikanan, Kepala Karantina Peternakan, Kepala Karantina Kesehatan, Pejabat Karantina Negara Timor Leste, Perwira Satgas Yonif 743/PSY, Kapospol Mota’ain, Pejabat Imigrasi serta Bea Cukai yang bertugas di PLBN Mota’ain.