2018, BPN Targetkan 7500 Prona Untuk 14 Desa di Belu
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Belu target program nasional (prona) di tahun 2018 akan menerbitkan sertifikat fisik sebanyak 7500 bidang dan yuridis 6500 bidang.
Sertifikat prona tersebut akan diberikan kepada warga Belu yang tersebar di 14 Desa dalam wilayah Belu, Timor Barat perbatasan Negara Indonesia dan Timor Leste.
Demikian diungkapkan Kepala BPN Kabupaten Belu, Goncalo Antonio di ruang kerjanya, Senin (9/4/2018).
Menurut dia, sampai saat ini penyuluhan sudah 100 persen dilakukan. Jadi sementara ada pengukuran fisik pengumpulan bukti yuridis kurang kebih 1011 lebih sampai Sabtu kemarin.
Jelas Antonio, untuk penyelesaian lebih lanjutnya sesuai dengan petunjuk dari Kanwil dan Menteri sebelum bulan September yang akan datang.
“Jadi sesuai petunjuk atasan sebelun September harus selesai 100 persen,” ujar dia.
Namun, untuk saat ini ada beberapa kendala yang dihadapi. Dimana di beberapa Desa, PSTL atau Prona terhenti sementara karena cuaca hujan, akhirnya pengukuran terpaksa terhenti.
“Jadi ada beberapa Desa di Lamaknen Selatan dan Raihat yang dihentikan sementara pengukuran karena hujan,” urai Antonio.
Dituturkan bahwa, ada enam (6) tim yang melakukan pengukuran. Selain kendala curah hujan juga kurang tenaga SDM dan pengukuran memakai aplikasi.
Kendati demikian, pihaknya komitmen tetap berusaha untuk menyelesaikan segala pekerjaan sesuai waktu yang telah diberikan hingga batas bulan September.
Lanjut Antonio, dibandingkan dengan tahun 2017 lalu target penerbitan prona lebih besar 20 ribu. Tetapi pelaksanaannya dilakukan pada bulan Agustus dan Belu hanya bisa merealisasikannya 9000 dan 11 ribu dari Kanwil.
“Datanya sudah kita ambil dan tahun ini kita akan tuntaskan sisa tunggakan, sehingga masyarakat kita tidak kecewa terhadap kita,” akhir Antonio.

