Peringati Hari Kartini 2018, PIKKS PLN NTT gelar diskusi
Kupang, NTTOnlinenow.com – Persatuan Ibu Karyawan dan Karyawati Sektor PLN memperingati Hari Kartini Tahun 2018 menggelar diskusi dengan tema Penguatan Peran PIKKS dalam memperkokoh ketahanan keluarga di era digitalisasi, di Pantai Lasiana, Sabtu, (7/4/2018).
Kegiatan diskusi yang dirangkaian dengan pertemuan rutin out bond, arisan bulanan PIKKS ini menghadirkan nara sumber aktivis media dan aktivis perempuan Anna Djukana,SH,MH. Pada kesempatan tersebut hadir Ketua PIKKS Ny. Nurhasanah Heni Handoko, Koordinator Bidang Pendidikan, Ny. Bientje Ratu Radja Bule Logo, M.Hum, Bidang Sosial, Ny. Yanti Jemy Djermias, Bidang Ekonomi, Ny. Puji Destia Danandjaya, Koordinator Sekretariat dan Bendahara, Ny. Eka Mey Dharma.

Diskusi yang dipandu Ny. Dientje Ratu Radja Bule Logo, M.Hum itu, Anna Djukana menyampaikan esensi perayaan Hari Kartini. Perayaan Hari Kartini tidak sekedar berkebaya kutu baru atau berkebaya ala Kartini dengan konde rambut meniru konde Kartini atau lomba menggoreng nasi merangkai bunga, fashion show, semua itu memperkuat peran domestiksasi perempuan dan tidak membebaskan perempuan.
Jurnalis Harian Kota KURSOR ini menegaskan jika pada perayaan Hari Kartini para perempuan memakai sarung itu hendaknya dimaknai sebagai perayaan keberagaman perempuan, perempuan menghargai karya seni dan intelektual perempuan. Dengan demikian ujarnya perempuan akan membeli karya perempuan, menambah penghasilan perempuan untuk memperkuat ekonomi perempuan. Jika perempuan sejahtera maka orang orang di sekitarnya juga akan sejahtera.

Anggota Komisi Etik. AJI Kota Kupang, menyampaikan agar ibu ibu cerdas menggunakan media sosial (medsos) cerdas dan bijaksana. Hal hal yang baik dan inspiratif diposting sementara yang memaki, menyindir orang lain atau mengirim gambar gambar yang tidak pantas tidak perlu dilakukan. Sesi diskusi dimanfaatkan ibu ibu anggota PIKKS untuk bertanya tentang masalah kekerasan psikis, penelantaran ekonomi perceraian, LGBT dan sharing dari ibu ibu tentang pengalaman mereka menjadikan keluarga harmoni.
Diskusi selama tiga jam tersebut berlangsung dinamis dan komunikatif. Acara diakhiri dengan pemberian door prize bagi ibu ibu yang aktif mengajukan pertanyaan, foto bersama, makan siang bersama dan menari bersama tarian spontanitas NTT.

