Jaga Senyum Pelanggan Pasca Gempa, PLN Respon Cepat Rampungkan Assessment 6 Hari di Gardu Induk Bajawa

Bagikan Artikel ini

Bajawa, NTTOnlinenow.com – Di tengah aktivitas masyarakat Flores yang terus berdenyut pascagempa, PT PLN (Persero) memastikan infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut tetap aman, andal, dan siap mendukung kehidupan warga. Melalui Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Flores Barat, PLN melakukan assessment menyeluruh terhadap peralatan di Gardu Induk (GI) Bajawa selama enam hari, sejak 1 hingga 6 September 2026.

Langkah preventif ini dilakukan untuk mengetahui kondisi aktual sistem transmisi pascagempa, sekaligus mendeteksi lebih dini potensi anomali yang dapat memengaruhi keandalan pasokan listrik di Pulau Flores.

Dalam kegiatan ini, Tim Pemeliharaan (HAR) ULTG Flores Barat memeriksa dan menguji sejumlah peralatan vital yang berada di Bay Line Bajawa, Bay Line Borong, Bay Line Ropa, Bay Kopel, hingga Bay Trafo. Pemeriksaan mencakup komponen utama seperti Pemutus Tenaga (PMT), Current Transformer (CT), Capacitive Voltage Transformer (CVT), Lightning Arrester (LA), Disconnecting Switch (DS), transformator, serta sistem proteksi.

Untuk memperoleh data yang presisi, tim menerapkan beragam metode pengujian standar tinggi. Pengujian tersebut meliputi pengukuran tahanan isolasi dan tahanan kontak, tan delta, ratio, keserempakan PMT, Dissolved Gas Analysis (DGA), Sweep Frequency Response Analysis (SFRA), pengujian gas SF6, hingga pengujian fungsi sistem proteksi.

Seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan secara terukur dengan menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat. Sebelum terjun ke lapangan, petugas wajib melaksanakan safety briefing, memastikan pembebasan dan pengecekan tegangan, memasang grounding, serta memastikan seluruh area kerja dalam kondisi aman.

Hasil dari assessment komprehensif ini menjadi dasar teknis bagi PLN untuk melakukan mitigasi dan pemeliharaan tepat sasaran. Salah satu tindak lanjut nyata yang langsung diselesaikan adalah penggantian CVT pada Bay Line Ropa GI Bajawa pada Minggu (6/9).

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa pemeriksaan pascagempa merupakan bagian penting dari komitmen PLN untuk memberikan kepastian rasa aman bagi masyarakat. Listrik tidak hanya sekadar kembali menyala, tetapi harus dipastikan andal dalam jangka panjang.

“Bagi masyarakat, listrik yang tetap menyala mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya, ada dedikasi, ketelitian pemeriksaan, pengujian, dan kesiapsiagaan para petugas yang memastikan setiap sistem berada dalam kondisi terbaiknya. Pascagempa, kami ingin memastikan listrik yang melayani masyarakat Flores tetap aman, andal, dan siap menyokong seluruh aktivitas warga,” ujar Eko.

Eko menambahkan, wilayah Nusa Tenggara Timur memiliki karakteristik geografis unik serta tantangan potensi bencana alam yang dinamis. Oleh karena itu, PLN terus mengedepankan budaya kerja preventif dan mitigasi berkelanjutan.

“Keandalan listrik tidak hanya dibangun saat terjadi gangguan, tetapi dijaga setiap hari melalui disiplin operasi, pemeliharaan rutin, assessment, dan tindakan yang cepat serta tepat. Ini komitmen PLN untuk senantiasa menghadirkan pelayanan kelistrikan terbaik,” tegasnya.

Sementara itu, Manager ULTG Flores Barat, Reza Bagus Nugrahardiyono, menjelaskan pentingnya assessment teknis pascabencana untuk memastikan integritas peralatan di lapangan.

“Pascagempa, kami harus memastikan kondisi nyata seluruh peralatan secara menyeluruh. Assessment ini memberikan dasar gambaran teknis apakah komponen masih bekerja optimal atau membutuhkan penanganan khusus,” jelas Reza.

Menurut Reza, keandalan jaringan transmisi adalah buah dari konsistensi seluruh tim di lapangan dalam menjalankan inspeksi, pengujian, hingga pemeliharaan.

“Kami bekerja tidak hanya untuk memastikan listrik menyala hari ini. Setiap detik pengujian dan pemeliharaan yang kami lakukan adalah bentuk tanggung jawab kami untuk menjaga sistem tetap aman demi masyarakat,” ungkap Reza.

Kesiapsiagaan PLN dalam mengawal keandalan listrik terasa dampaknya saat lampu rumah warga tetap menyala, pelayanan publik dan fasilitas kesehatan beroperasi lancar, serta geliat ekonomi masyarakat Flores dapat pulih dan berjalan normal pascaguncangan gempa.

Melalui komitmen personel pemeliharaan dan pengawas K3 di lapangan, PLN ULTG Flores Barat terus mengawal keandalan jaringan transmisi dan gardu induk di tanah Flores, demi menghadirkan terang yang membawa harapan dan keberlanjutan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.***