Harga Makanan dan Transportasi Picu Deflasi NTT 0,43 Persen

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Menurunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan picu deflasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 0,43 persen pada bulan Maret 2018.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maritje Pattiwaellapia sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Senin (1/4/2018).

Maritje menjelaskan, NTT pada Maret 2018 mengalami deflasi sebesar 0,43 dengan Indeks Harga Konsumen (lHK) sebesar 131,12. “Kalau melihat lagi pada bulan sebelumnya yaitu Februari juga mengalami deflasi,” jelas Maritje.

Menurut Maritje, dari dua kota IHK di NTT, Kota Kupang mengalami deflasi sebesar 0,56 persen sedangkan Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 0,39 persen. “Dari dua kota IHK kita, Kota Kupang mengalami deflasi, sedangkan Kota Maumere mengalami inflasi,” katanya.

Dia menerangkan, deflasi Maret 2018 di NTT terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada kelompok bahan makanan dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami deflasi sebesar 1,53 dan 0,58 persen.

“Sedangkan Kelompok lainnya mengalami kenaikan indeks harga dimana kelompok makanan jadi mengalami kenaikan tertinggi sebesar 0,12 persen,” katanya.

Pada kesempatan itu, Maritje menyebutkan, pada Maret 2018, dari 82 kota sampel IHK Nasional, 57 kota mengalami inflasi dan 25 kota mengalami deflasi.

“lnflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura sebesar 2,10 persen dan terendah terjadi di Kota Sumenep dengan inflasi sebesar 0,01 persen. Deflasi terbesar terjadi di Kota Tual sebesar 2,30 persen,” sebutnya.