Tobing Tegaskan, Personel Polri Jaga Netralitas Tidak Terlibat Politik Praktis

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Seluruh personel Polri tetap menjaga netralitas, dengan tidak berpihak kepada kelompok tertentu, dalam memberikan pelayanan maupun tindakan Kepolisian lainnya selama berlangsungnya tahapan-tahapan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur 2018 di Kabupaten Belu dan Malaka.

Demikian ditegaskan Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing pada apel gelar pasukan operasi mantap praja turangga 2018 di lapangan umum Atambua, Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste, Senin (12/2).

Dikatakan, guna hadapi tugas mulia pengamanan Pilkada, personel harus siapkan mental dan fisik dengan dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Selain itu, petakan setiap kerawanan pada setiap tahapan pemilu, serta lakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan fungsi intelejen, didukung bhabinkamtibmas untuk mengetahui dinamika dam fenomenayang berkembamg dimasyarakat. Sehingga setiap masalah yang berpotensi mengganggu jalannya Pemilu daat diantisipasi sedini mungkin.

Lanjut Tobing, implementasikan asta siap secara maksimal dimasing-masing satuan fungsi Opsnal dan Polsek jajaran, sehingga pengamanan Pilkada 2018 dapat benar-benar kita laksanakan secara optimal.

Adapun pesan lainnya, personel Polri perkokoh kerja sama yang harmonis dengan seluruh penyelenggara Pemilu, unsur TNI dan segenap komponen masyarakat guna mewujudkan sinergi Polisional yang proaktif dalam rangksa pengamanana Pilkada.

“Bagi segenap anggota Polri, jaga komitmen dan netralitas serta tidak terlibat politik praktis
dalam penyelenggaraan Pemilukada 2018 yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tandas Tobing.

Tidak saja itu, anggota Polri tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman terorisme yang memanfaatkan momen Pilkada 2018, khususnya wilayah yang memiliki kerawanan serta berpotensi dijadikan target.

Tambah Tobing, lakukan penegakam hukum terhadap pelanggaran tindak pidana Pemilu secara terpadu melalui sentra Gakkmudu. Berikan arahan dan petunjuk yang jelas bagi anggota sebelum bertugas serta pedoman sesuai SOP yang berlaku guna hindari keraguan dan kesalahan prosedur dalam melasaksanakan setiap tugas.

“Lakukan pengawasan dan pengendalian secar melekat, terhadap pelaksanaan operasi dan kinerja anggota untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” pesan Tobing.

Ditegaskan lagi, Polri dan TNI siap mengamankan Pilkada. Sikap Polri dan TNI dalam pengamanam netral dan kita tidak terlibat dalam politik praktis. “Prinsipnya kita siap laksanakan pengawasan. Kita memberikan pelayanan yang makismal kepada peserta Pemilu dan terciptanya kamtibmas,” pungkas Tobing.

Kesempatan pada apel gelar pasukan itu, guna mengantisipasi dan mencegah adanya kerusuhan, personel Polres Belu dan Brimob Atambua melakukan atraksi simulasi pengamanan tahapan Pemilukada.