Emi Nomleni Tampak Tegar Hadiri Pleno Penetapan Paslon

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Bakal calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emeliana Julia Nomleni (Emi Nomleni) terlihat tegar menghadiri agenda Pleno Penetapan Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT untuk maju bertarung di Pilkada 2018.

Dari empat pasangan yang sudah mendaftar dan mengikuti sejumlah tahapan hingga penetapan pada Senin (12/2/2018) ini, hanya Emi Nomleni yang hadir tanpa pasangannya Marianus Sae, sementara tiga paslon lainnya nampak hadir lengkap dengan pasangannya masing-masing.

Meskipun demikian, Ketua DPC PDIP Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)-NTT itu tetap tegar. Didampingi sejumlah anggota tim, satu-satunya perempuan yang maju bertarung di ajang pesta demokrasi lima tahunan itu, terlihat tetap menyungingkan senyum khas di wajahnya.

Diketahui Calon Gubernur NTT, Marianus Sae terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK Minggu (11/2/2018) di Surabaya. Akibatnya Bupati Ngada dua periode itu ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah itu. Marianus ditetapkan sebagai tersangka kasus suap. Dia diduga menerima uang terkait proyek di wilayah kabupaten tersebut.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya di Jakarta Selatan, Senin (12/2/2018) mengatakan, KPK meningkatkan status penanganan perkara Marianus Sae ke penyidikan sebagai penerima dan WIU diduga sebagai pemberi. Marianus diduga menerima uang terkait proyek-proyek yang dikerjakan pelaku lain berinisial WIU selaku kontraktor. Selain itu, Marianus juga diduga menjanjikan proyek untuk WIU.

“Diduga pemberian dari WIU ke MSA terkait fee proyek di Ngada, karena PT yang bersangkutan mulai tahun-tahun sebelumnya sudah mendapatkan beberapa proyek dan nanti 2018 dijanjikan mendapatkan proyek tersebut lagi,” sebut Basaria.

Marianus Sae disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan, WIU disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Meskipun sudah menjadi tersangka namun KPU NTT masih menetapkan pasangan Marianus Sae-Emiliana Nomleni sebagai salah satu peserta di pilkada serentak 27 Juni mendatang. Hal tersebut tentu berdasar regulasi yang berlaku.

Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe menyatakan, lembaga penyelenggara pemilu itu baru akan bersikap terhadap seorang calon kepala daerah sebagaimana yang dialami salah satu bakal calon Gubernur NTT itu, jika telah memiliki keputusan hukum tetap dari pengadilan.

“Kalau sudah ada keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap baru bisa disikapi oleh KPU sepanjang masih dalam tahapan pilkada,” kata Tanti, demikian Maryanti biasa disapa.

Menurut Tanti, pasangan calon gubernur Marianus Sae-Emeliana Nomleni tetap ikut ditetapkan sebagai pasangan calon untuk bertarung dalam kontestasi lima tahunan itu. Selain itu, lanjut Tanti, regulasi juga mengatur soal tidak diperbolehkan partai politik atau gabungan partai politik melakukan penarikan pasangan calon setelah penetapan.

Dalam Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 Pasal 75, pada ayat (1) menyatakan, Partai Politik atau Gabungan Partai Politik dilarang menarik pengajuan Pasangan Calon dan/atau salah seorang calon dari Pasangan Calon setelah penetapan Pasangan Calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 Ayat (2) Pasangan Calon dan/atau salah seorang dari Pasangan Calon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang mengundurkan diri terhitung sejak ditetapkan sebagai Pasangan Calon oleh KPU Provinsi.

“Karena itu, KPU NTT tetap melanjutkan penetapan kepada empat pasangan yang sudah mendaftar dan sudah berproses,” tandas Tanti.

KPU NTT menetapkan empat pasangan calon gubernur masing-masing Esthon Foenay-Chris Rotok diusung Partai Gerindra, PAN dan Partai Perindo, Pasangan Marianus Sae-Emeliana Nomleni diusung PDIP dan PKB, Pasangan Calon Beny K Harman-Beni Litelnoni diusung Paryai Demokrat, PKPI dan PKS serta Pasangan Calon Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi diusung Partai NasDem, Golkar dan Hanura.