Umat Katolik Hadiri Ave Maria Night, Doa Bersama Penutupan Bulan Rosario di Patung Bunda Maria Atapupu
Laporan Yan Manek
Atambua, NTTOnlinenow.com – Ribuan umat Katolik memadati lokasi Patung Bunda Maria Segala Bangsa yang berlokasi di Teluk Gurita Atapupu, Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Sabtu malam (30/5/2026).
Kehadiran umat Katolik termasuk biarawan-biarawati dari berbagai wilayah di perbatasan Belu dalam rangka mengikuti acara Ave Maria Night sebagai penutupan bulan rosario dan melakukan doa rosario bersama.
Acara digagas Pemkab Belu dan Komunitas ME diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh imam. Dilanjutkan dengan perarakan lilin yang melambangkan terang Kristus dalam kehidupan umat beriman.
Setiap umat Katolik dengan memegang lilin yang menyala jalan beriringan sembari doa bersama menuju ke puncak pelataran patung Bunda Maria Segala Bangsa.
Ave Maria Night menjadi momen istimewa bagi umat Katolik untuk memperdalam iman melalui doa rosario bersama. Pujian serta refleksi iman dipusatkan kepada Bunda Maria sebagai teladan ketaatan dan kasih.
Pater Fidelis, SVD menyampaikan bahwa, Ave Maria Night bentuk penghormatan kepada Bunda Maria, dengan percaya dan diberkati oleh Allah Yang Mahakuasa.
Jelas dia, ada 3 hal penting yang harus diteladani dalam bulan Maria, pertama, terkait dengan semangat keimanan dalam hidup yang diimplementasikan dalam cinta kasih seperti ketaatan yang penuh pada kehendak Allah.
Kerendahan hati yang tulus serta keteguhan iman dan pengharapan dalam menghadapi tantangan hidup juga terus mewujudkan aksi kepedulian sosial terhadap sesama.

Kedua, menjadi saksi Allah untuk terus menyebarkan kisah hidup Kristus serta terus mengenalkan Patung Bunda Maria Segala bangsa ikonik di Belu yang telah mencuri perhatian di Indonesia maupun dunia sebagai wujud toleransi.
Ketiga, bersatu hati untuk percaya hidup terus berdampingan dan dituntun Bunda Maria sebagai Bunda Yesus, Bunda Penolong abadi Bunda Pelindung yang selalu menggenggam tangan umat Allah menuju Bapa.
Pater Fidelis mengingatkan umat Katolik jangan pernah merasa sendiri dalam keadaan apapun, carilah ketenangan berdoalah kepada Maria untuk mendapatkan kekuatan, dan dalam bertekun renungkan misteri kehidupan Kristus melalui doa rosario dan devosi,carilah dan mintalah maka akan didapatkan.
Momen itu, dia juga menyoroti terkait kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, sehingga perlu adanya penegakan hukum yang tepat, penguatan perdamaian dunia,dengan langkah yang tepat keadilan akan terpelihara dengan baik.
“Sebagai orang beriman saya ajak semua untuk wujudkan perdamaian dunia dengan memanjatkan doa bersama kepada Allah dan Bunda Maria agar semuanya lekas pulih,” pinta Pater Fidelis.
“Persatuan dari baik dari Sabang sampai Merauke dan untuk dunia internasional menjadi perhatian serius, di Bulan Maria saya mengajak semua mendoakan situasi ini agar lekas pulih,” tambah dia.
Sementara itu, Mikael Urdin salah seorang warga yang mengikuti Ave Maria Night Mikael menyampaikan, kegiatan ini menjadi suatu rangkaian peristiwa yang menggembirakan dan menjadi ajakan bagi umat Allah untuk mengikuti ketaatan, keteguhan iman dan kerendahan hati dalam kehidupan berkeluarga dan sesama.
“Hari ini merupakan awal yang luar biasa, kita berkumpul berdoa bersama menyampaikan permohonan, semoga perdamaian selalu bersama kita,” ujar dia.
Mikael menggambarkan, dengan perarakan dan doa bersama 5 (lima) peristiwa menuju ke pelataran patung Bunda Maria semakin menguatkan iman umat Allah untuk terus hidup dalam kasih, pengharapan, kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
“Pesan untuk anak muda Belu tumbuh menjadi generasi muda yang hidup dalam kasih Allah dengan menjadikan Patung Bunda Maria Segala Bangsa rumah keluarga beriman, untuk berdoa dan bersyukur serta terus meneladaninya dalam kehidupan bersama,” pungkas Mikael.

