Theo Widodo Hibahkan Tanah kepada Pemprov NTT Bangun Monumen Pancasila

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Theodorus Widodo menyerahkan akta hibah dan sertifikat tanah kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk pembangunan monumen Garuda Pancasila.

Acara penyerahan akta hibah dan sertifikat tanah seluas 0,5 hektar (Ha) atau (5000 meter persegi) tersebut dilakukan pada Jumat (3/11/2017) di ruang kerja Gubernur NTT Frans Lebu Raya. Selaku Notaris, Alex Djari turut hadir menyerahkan akta hibah tanah tersebut.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengatakan, rencana pembangunan monumen Garuda Pancasila di atas lahan seluas 0,5 Ha (5000 meter persegi), di kawasan Bolok, Kecamatan Kupang Barat, tidak hanya sekedar menghadirkan sebuah monumen.

Pembangunan monumen itu, rencananya dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk memberikan pemahaman, pemaknaan dan pengamalan masyarakat terkait ideologi bangsa, yaitu Pancasila.

“Monumen Garuda Pancasila yang akan dibangun, menjadi lambang dan situs sejarah bangsa Indonesia yang lahir berdasarkan ideologi Pancasila. Nanti pembangunan monumen itu dilengkapi dengan taman baca,” katanya.

Baca juga : Tujuh Kabupaten di NTT, Termasuk Belu Daerah Endemik Malaria

Gubernur Lebu Raya, mengucapkan terima kasih kepada keluarga Theodorus Widodo yang secara sukarela, mau menghibahkan tanah seluas lima hektar itu kepada Pemerintah Provinsi NTT, untuk pembangunan monumen tersebut.

“Ini hal yang luar biasa dan perlu kita berikan apresiasi atas niat baik dari keluarga Theodorus Widodo, bagi kepentingan masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ujar Lebu Raya.

Dia menjelaskan, selain monumen, juga akan dibangun fasilitas taman baca di atas lahan tersebut, juga tersedia dokumen sejarah bangsa Indonesia termasuk dokumen sejarah terkait sila-sila Pancasila yang dirumuskan Bung Karno, bahwa Pancasila lahir di Ende (NTT).

“Kehadiran monumen ini kita harapkan dapat kembali mengingatkan pentingnya ideologi sebuah bangsa, terutama untuk kembali menumbuhkembangkan karakter anak bangsa sebagai generasi penerus,” katanya.