SMAN 1 Cibal Rayakan Ultah Ke-14, Fasilitas Belum Memadai, Minta Perhatian Pemprov NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cibal, kabupaten Manggarai, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) rayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14, Senin (11/9/2017).

HUT tersebut diawali dengan perayaan ekaristi (ibadat sabdah dengan tradisi Katolik) yang dipimpin, oleh Romo Gerardus Janur, Pr, Ketua Yayasan STKIP ST. Paulus Ruteng, dan dihadiri oleh Kasi SMA UPT Pendidikan Wilayah VII (Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur), Sebastianus N. Jama, Camat Cibal, Karolus Mancu, Kapolsek Cibal, Bhabinsa Cibal, Tokoh Masyarakat, Para Alumni, para guru dan seluruh siswa-siswi SMAN 1 Cibal.

Rangkaian seremonial pembuka diawali dengan acara pemotongan tumpeng oleh kepala Sekolah SMAN 1 Cibal, Fransiskus Atap.

Dalam sambutannya, Atap mengatakan, Pendidikan merupakan pilar utama untuk membangun negara, karena hanya dengan pendidikan akan lahir manusia-manusia terdidik yang bisa mengisi pembangunan di negara ini.

Masalah pokok pendidikan kita dewasa ini, lanjut Atap, adalah peningkatan mutu pada setiap jenis jenjang dan jalur pendidikan. Oleh karenanya, Pemerintah menetapkan delapan standar nasional pendidikan, 6 (enam) diantaranya ia sebutkan yaitu, standar isi, standar proses, standar kompetensi kelulusan, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian.

Standar itu merupakan acuan sekaligus kriteria dalam menetapkan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan dan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Baca juga : Pemda Labuan Bajo Dukung PLN Bangun Infrastruktur Ketenagalistrikan

Jika dikaitkan dengan SMAN 1 Cibal sendiri, ujar dia, hal ini telah mampu mengimplementasikannya kepada peserta didik sehingga menghasilkan output yang cukup, baik dari segi akademis maupun non akademis.

Sejumlah indikator keberhasil SMAN 1 Cibal selama 14 tahun, Ia sebutkan, yaitu mulai dari pastor, sarjana pendidikan, sarjana pemerintahan, mentri dan bidan.

Hal itu terwujud berkat kerja sama dan kerja keras para pendidik yang ada.

Namun disela-sela sambutannya, Atap, juga keluhkan terkait masih minimnya fasilitas pendidikan di sekolah tersebut. Salah satunya terkait rombongan belajar (Rombel). Pasalnya, saat ini hanya memiliki 28 rombongan belajar (Rombel) saja, sementara berdasarkan analisis, yang dibutuhkan mestinya 36 rombel.

Karena itu dirinya meminta kepada Pemerintah Provinsi NTT melalui dinas Pendidikan agar segera memperhatikan sekolahnya itu dengan menambah 8 (delapan) rombel baru lagi.

Sebab menurutnya, jika hal itu tidak segera ditanggapi, maka dikhawatirkan akan terjadi masalah ditahun ajaran baru nantinya. Sebab dipastikan 7 SMP di kecamatan Cibal yang tamat tahun ini.

“Kalau semuanya mendaftar di Sekolah ini, tentu tidak tertampung,” ungkapnya.