Sistem Jajar Legowo 42 di Kecamatan Cibal Sukses

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Uji coba penanaman padi dengan sistem jajar legowo 42 bagi Kelompok tani Wae Nara, di desa Wae Renca, kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT belum lama ini terbilang sukses.

Demikian Camat Cibal Barat, Karolus Mance kepada NTTOnlinenow.com, Jum’at, 15 September 2017 siang di Ruteng.

Katanya, kelompok tani yang beranggotakan 40 orang itu berhasil menerapkan sistem padi jajar legowo 42 pada areal percontohan seluas 1 hektar (ha) di wilayah itu.

Program tersebut bekerjasama dengan dinas pertanian kabupaten Manggarai.

Dari sisi operasional, lanjut Mance, sistem ini sangat membantu masyatakat. Efektif dan efisien, jika dibandingkan dengan sistem tradisional sebelumnya, mulai dari persiapannya, pemupukan, pengerjaannya dan tenaga kerjanya.

Baca juga : SMAN 1 Cibal Rayakan Ultah Ke-14, Fasilitas Belum Memadai, Minta Perhatian Pemprov NTT

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, perbedaan antara pola tradisional dengan modern. Pasalnya, pola tradisional sebelumnya, lahan seluas 1 ha itu menghabiskan 8 karung pupuk, sedangkan pola modern (jajar legowo 42) sekarang ini cuma 1 karung pupuk. Demikian pula benihnya. Sebelumnya, butuh 100 kg benih, sedangkan sekarang hanya 20 kg saja. Tenaga kerja juga demikian. Dari sebelumnya 40 tenaga kerja, sekarang cuma 20 tenaga kerja saja.

Sementara hasil produksinya, sebelumnya hanya 3,5 ton perhektar, sedngkan sekarang meningkat menjadi 5,81 ton perhektar.

Total areal yang telah disiapkan kelompok tani Wae Nara saat ini seluruhnya 27 ha.

Dirinya sangat mendukung dengan sistem penanaman jajar logowo tersebut. Dia mengajak masyarakat Cibal agar menyambut baik program dimaksud.

“Kita dorong masyarakat sekarang untuk menggunakan teknologi ini. Kita minta kerjasama dengan dinas pertanian dengan melibatkan tenaga PPL pertanian,” pungkasnya.