Warga Desa Patawang Sumba Timur Tolak PT MSM

Bagikan Artikel ini

Laporan Mohammad Habibudin
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kehadiran PT Muria Sumba Manis (MSM) di Kabupaten Sumba Timur kembali menuai penolakan dari warga desa Patawang, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur yang merupakan kawasan aktifitas perkebunan tebu.

Penolakan warga terhadap PT MSM bersama dua lembaga Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) NTT meminta agar PT MSM dapat menerima suara yang disampaikan warga serta kedua Lemabaga itu.

“Kami minta apa yang disampaikan atau disuarakan kepada perusahan harus menerima, warga dan kedua lembaga hanya minta menghormati hak-hak ekonomi, sosial dan budaya agar tidak ada pengrusakan lingkungan serta menghormati hak-hak masyarakat,”kata seorang tokoh masyarakat desa Patawang, Mathual Ndena kepada NTTOnlinenow.com, Kamis (7/9/2017).

Menurut Mathual, masuknya PT MSM perusahan perkebunan tebu di Sumba Timur mejadi kegelisahan bagi warga setempat karna persoalan yang paling mendasar adalah ketika lingkungan hidup dan budaya serta kerukunan hidup warga dihantui oleh Investor besar.

Baca juga : SKPT Bantu Pengembangan Pabrik Rumput Laut dan Sarana Budidaya di Waingapu

“Walhi kan sudah bilang ini melanggar aturan ketika pemerintah daerah tidak mampu mengakomodir kepentingan masyarakat lewat regulasi yang ada,”ungkapnya

Sementara informasi yang diterima dari beberapa sumber mengatakan, dalam pertemuan waktu lalu ada beberapa hal kesepakatan yang dibangun antara masyarakat dengan perusahan yang harus disepakati dalam perjanjian yakni, perusahan tidak melakukan pembongkaran lahan, ritual adat pengembalaan dan pertanian, mengkonversi air laut menjadi air tawar, tanah yang telah bersertifikat tidak diambil dan diganggu oleh perusahan namun perusahan tidak menepati kesepakatan pertama yang dilakukan.

“Kami merasa bahwa kesepakatan yang dibangun terkait perjanjian itu sudah menjadi polemik warga di wilayah yang terkena dampak dari aktifitas perusahan ditambah perusahan melakukan pembohongan publik,”tandas warga.