PSB Tahun 2017 di Kota Kupang Melalui Sistem Online

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – meminimalisir permasalahan pada saat dibukanya penerimaan siswa baru (PSB) tahun ajaran (TA) 2017-2018, pemerintah Kota Kupang dan DPRD Kota Kupang, akhirnya sepakat untuk memberlakukan sistim PSB secara Online, khusus untuk tingkatan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Ewalda Taek mengatakan, sesuai hasil rapat sementara antara komisi empat dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, telah disepakati bahwa proses PSB di Kota Kupang untuk tahun 2017 sudah bisa menggunakan sistem penerimaan online.

Menurut Ewalda Taek sistem penerimaan tersebut sesuai rencana akan mulai diberlakukan pada penerimaan siswa-siswi bulan Juli mendatang bagi tingkat pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kota Kupang.

Dikatakan, melalui PSB online, para calon siswa-siswi nantinya sudah bisa mendaftarakan diri di sekolah dasar maupun menengah pertama di kota kupang dengan hanya mengakses internet dan mengisi formulir sesuai yang disyaratkan dalam situs milik dinas pendidikan Kota Kupang. Sehingga, para calon siswa dan siswi yang berdomisili jauh dari sekolah, tidak perlu lagi bersusah payah mendatangi sekolah yang diminati untuk mendaftarkan diri.

Ewalde Taek mengaku, walaupun tahun ini di Kota Kupang sudah memberlakukan psb secara online, namun proses psb lama juga masih diberlakukan agar para calon siswa yang tidak bisa mengakses internet tetap bisa mendaftarkan diri secara manual dengan mendatangi sekolah yang diminati untuk mendaftar.

Sementara menyangkut sistim Kuota, terkait siswa yang berdomosisli dekat sekolah, sebanyak 30 persen dari total penerimaan siswa baru pada setiap sekolah, Ewalda mengaku, sistim tersebut tetap diberlakukan meskipun adanya sistim PSB.
Para siswa yang berdomisili dekat sekolah dibolehkan mendaftara secara manual pada sekolah terdekat dan akan menjadi prioritas, tapi sesuai dengan Kuota. Namun para siswa yang berdomisili dekat sekolah tapi mempunyai nilai lebih dari yang ditetapkan sesuai standar penerimaan, sangat diharapkan dapat melalui seleksi murni.