Perlu Pola Penanganan Tepat Atasi Hama Belalang di Sumba

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Mengatasi persoalan hama belalang kembara yang hampir setiap tahun menyerang wilayah Pulau Sumba maka diperlukan pola penanganan yang tepat baik jangka pendek, menengah maupun untuk jangka panjang.

Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Winston Rondo menyampaikan hal ini kepada wartawan di Kupang, Jumat (16/6/2017).

Menurut Winston, penanganan hama belalang tersebut harus melibatkan semua pihak baik pemerintah, masyarakat maupun lembaga-lembaga terkait yang punya kepedulian terhadap persoalan dimaksud.

“Masyarakat harus dikonsolidasi untuk terlibat karena belalang ada di halaman mereka, ada di kebun jagung dan tanaman yang mereka punya. Berhenti sudah untuk melakukan pendekatan sektoral, semua komponen harus dilibatkan,” katanya.

Selain itu, kata Winston, Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) perlu segera mengadakan riset ilmiah yang serius terkait hama belalang kembara yang menyerang wilayah Pulau Sumba saat ini.

“Riset ilmiah itu perlu diadakan agar masalah hama belalang yang menyerang lahan pertanian di Sumba Timur dan sekitarnya hampir setiap tahun itu bisa mendapat penanganan yang tepat untuk jangka panjang,” ujarnya.

Baca : Gerakan Peduli Inflasi Dari Tepian Negeri Belu

Untuk itu, menurutnya, cara penanganan seharusnya berorientasi jangka panjang melalui sebuah riset ilmiah yang serius dan terfokus untuk menemukan cara pembasmian yang tepat sehingga tidak muncul kembali di waktu mendatang.

“Sehingga Litbang harus bisa bikin riset khusus yang seius didukung dengan pendanaan yang serius untuk menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang bisa kita pakai untuk penangnan jangka panjang hingga puluhan tahun ke depan,” katanya.

Dia menyebutkan, berdasarkan laporan Dinas Sosial setempat menunjukkan sudah 22 kecamatan di Sumba Timur yang telah terserang hama belalang kembara dengan tingkat keparahan menyebar di tujuh kecamatan.

“Instansi terkait BPBD, Dinas Petanian, Dinas Sosial sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan langkah penanganan dan mencegah penyebarluasannya,” katanya.

Winston menyatakan, pola penanganan serangan hama belalang yang dilakukan saat ini masih dengan cara yang sama yakni penyemperotan obat pestisisda yang justeru dikuatirkan merusak tanaman dan lingkungan sekitarnya.

“Kita seperti terantuk pada batu yang sama, ketika ada serangan hama baru pemerintah bergerak menyemperot pestisida, instansi terkait mulai menyalurkan bantuan logistik dan sebagainya,” tandasnya.