Bupati Manggarai Sambangi Janda, Lansia dan Sejumlah Rumah Tidak Layak Huni

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, SH, MH menyambangi sejumlah janda dan rumah warga tidak layak huni di dusun Lia, desa Lia, kecamatan Satar Mese Utara, kabupaten Manggarai, Flores, NTT, Sabtu (29/4) saat berkantor didesa.

Disaksikan NTTOnlinenow.com, ketika itu, Bupati Deno didampingi, Asisten Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Si Ketut Suastika, Kadis Perumahan Rakyat, Siprianus Jamun, Kadis PMPD, Sensi Gatas, Camat Satar Mese Utara, Aloysius Jebarut, dan Kades Lia Yohanes Pandang bersama sejumlah pimpinan SKPD lainnya sambangi rumah para janda, lanjut usia (Lansia) dan rumah tidak layak huni.

Diantaranya, Elisabet Ndamung janda 5 orang anak. Isteri dari Almarhum Stevanus Kasor ini mengaku memiliki 5 orang anak yang semuanya berjenis kelamin perempuan. Semua anaknya bersekolah tetapi putus ditengah jalan karena masalah biaya.

Kini tinggal seorang putrinya yang masih bertahan sekolah, yaitu Melania Jawung tengah menduduki bangku kelas 2 di SMIP Sadar Wisata Ruteng. Sedangkan lainnya telah bersuami dan merantau hingga ke Kalimantan untuk mencari nafkah disana.

“Anak saya 5 orang, perempuan semua. Mereka minta sekolah semua tapi karena masalah biaya tidak ada sehingga tidak lanjut. Sekarang tinggal satu di SMIP Ruteng. Saya terpaksa sekolahkan dia karena takut bunuh diri,” tuturnya kepada Bupati Deno.

Jangankan sekolah cari makan saja kami susah, lanjutnya.

Ia mengaku bisa menenun kain tetapi masalah modal.

Selain Elisabet, Bupati Deno juga menyambagi rumah tidak layak huni pasangan suami isteri yang sudah lansia, Rosalia Anut bersama Makarius Garus.

Rosalia Anut ditemui dikediamannya yang sangat tidak layak dihuni, alias sangat reot, rumah berukuran kurang lebih 5 x 6 meter persegi, dindingnya bambu sudah lapuk, lantai tanah, atap ijuk namun sudah berantakan diterpa angin saat musim hujan angin tiba. Kondisinya tidak terurus atau sangat reot.

Baca : Diduga Kompor Meledak, Api Hanguskan Rumah Warga

Rosalia mengaku memiliki 8 orang anak, namun semuanya telah berkeluarga dan tinggal jauh dengan mereka.

Sementara suaminya sudah lama menderita rabun mata (buta mata) sehingga tidak ada yang memperbaiki rumah dan menafkahi mereka sehingga terpaksa selama ini keduanya mengungsi kerumah keluarga yang tak jauh dari kediaman mereka itu.

Bupati juga bertemu dengan sejumlah janda disalah satu rumah yang tengah bekerja menenun. Pasalnya sudah puluhan tahun lamanya, ia bersama seorang anaknya ditinggal pergi oleh suaminya merantau ke Malaysia dan hingga kini belum pernah berkomunikasi sekalipun.

Kemudian dilanjutkan kekediaman, pasangan suami isteri, Petrus Panggur bersama Magdalena Lena.

Keluarga ini memiliki 5 orang anak, 4 perempuan dan 1 laki-laki. Hidup didalam rumah berukuran 5 x 6 meter persegi beratapkan ijuk, dinding bambu, lantai tanah.

Semua para janda mengaku memiliki skil untuk menenun tetapi kesulitan modal usaha dan pasaran.

Kepada para janda, lansia dan rumah tidak layak huni, Bupati Deno memberikan bantuan beras sebanyak 10 kg per kepala keluarga.

Selain itu, Ia juga berjanji akan membantu mereka baik modal usaha seperti benang tenun maupun bantuan perumahan layak huni.