Program CERDAS Latih 150 Guru Tentang Percepatan Keaksaraan

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Program CERDAS (Creating Early Readers for Academic Success) Menciptakan Generasi yang Gemar Membaca Sejak Usia Dini untuk Kesuksesan Akademik dalam implementasinya selama satu tahun ini telah mendampingi 15 SD (sekolah dasar) secara khusus guna peningkatan kapasitas guru kelas 1, 2 dan 3 dalam hal  metode percepatan keaksaraan.

“Tapi kami menyadari bahwa hanya 15 SD saja tidak cukup untuk menghasilkan suatu perubahan cepat yang kita inginkan bersama. Karena itulah selama dua hari ini kita akan melakukan pelatihan yang sama untuk guru-guru dari sekolah non-dampingan Program CERDAS.,” jelas Alfred Atidja Senior Project Officer Program CERDAS Yayasan Sayangi Tunas Cilik saat membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Keaksaraan yang diikuti oleh 150 guru dan Kepala Sekolah berasal dari 33 SD di tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara, Kecamatan Insana, Insana Tengah dan Insana Barat.

Alfred menambahkan metode Literacy Boost atau percepatan keaksaraan ini adalah cara efektif yang bisa dipakai guru agar lebih mudah mengajar di kelas rendah. “Jika metode ini benar-benar diikuti maka anak-anak lebih mudah menangkap apa yang disampaikan guru sehingga kemampuan literasi anak dapat meningkat” papar Alfred.

Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari  5-6 April 2017 di tiga tempat berbeda yakni di SDK Kiupukan 1, SDK Kiupukan 2, dan SDK Kiupasan. Setiap sekolah diikuti oleh 50 orang guru yang kemudian dibagi lagi menjadi dua kelas pelatihan.

Fasilitator kegiatan ini adalah Tim Pelatih Program CERDAS yang terdiri dari Project Officer Program CERDAS dan sembilan orang pengawas terpilih dari Dispenpora Kecamatan Insana. Materi yang disampaikan adalah tentang 5 kemampuan dasar literasi yakni Kesadaran Fonemik, Pengetahuan Huruf, Kosa kata, Kelancaran Membaca, dan Pemahaman bacaan.

Program CERDAS adalah salah program Yayasan Sayangi Tunas Cilik yang telah berjalan selama 2 tahun untuk melakukan pendampingan dan peningkatan kapasitas guru kelas rendah. Pelatihan yang diadakan kali ini adalah bagian dari strategi agar metode literacy boost ini dapat diakses oleh semua guru dalam wilayah yang sama. Harapannya, pemerataan informasi dapat dinikmati oleh lebih banyak anak-anak.

Literacy boost atau percepatan keaksaraan adalah salah satu metode yang dipakai untuk membangun kemampuan membaca anak kelas awal (kelas 1-3 SD) dengan menggerakan sumber daya di sekitar anak seperti lingkungan sekolah, rumah dan masyarakat untuk terlibat secara nyata mendukung kemampuan anak dalam membaca.

Karena itulah, selain pelatihan-pelatihan terkait metode literacy boost, Program CERDAS juga telah menginisiasi terbentuknya 15 Taman Baca di 14 Desa di wilayah Kecamatan Insana, Insana Barat dan Insana Tengah. Setiap taman baca saat ini telah memiliki tidak kurang dari 500 judul buku dan dikelola oleh dua orang relawan terlatih dengan kegiatan utama bersama anak-anak dari kelas 1, 2, dan 3 dari SD yang ada di desa tersebut. Selain Taman Baca, Program CERDAS juga memberikan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas komite SD, Aparatur Pemerintah Desa, dan orang tua agar mereka turut berperan dalam mendukung anak-anak untuk lebih dekat dengan aspek-aspek literasi.

Maria Naisoko, Kepala SD Kiupukan 2 dalam sambutannya mewakili para guru, mengucapkan terima kasih atas pelatihan yang telah dilaksanakan Yayasan Sayangi Tunas Cilik ini. “karena dengan adanya pelatihan ini maka sebagai guru kami bisa mengembangkan kapasitas sehingga bisa mengajar lebih efektif agar anak-anak bisa cepat mengenal huruf dan lancar membaca.”

Tentang Program CERDAS

Program ini dinamai CERDAS (Creating Early Readers for Academic Success/Menciptakan Generasi Pembaca Sejak Usia Dini untuk Kesuksesan Akademik) yang didukung oleh New Zealand Ministry of Foreign Affairs and Trade (MFAT) Aid Programme – Bantuan Kemanusiaan Kementrian Luar Negeri New Zealand.

Tujuan umum dari program ini adalah Untuk meningkatkan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia yang dimulai dari anak-anak serta masyarakat di TTU dan Malaka agar dapat mencapai pembangunan ekonomi berkelanjutan. Program ini akan berjalan selama 4 tahun mulai 2015 – 2019 di Kabupaten TTU dan Malaka. Dalam dua tahun pertama di masing-masing kabupaten, program ini akan menjangkau 15 PAUD dan 15 SD, selanjutnya di dua tahun kedua akan dipilih lagi 15 PAUD dan 15 SD baru untuk didampingi. Totalnya, selama 4 tahun nanti, program ini akan mendampingi 30 PAUD dan 30 SD di masing-masing kabupaten atau 60 PAUD dan 60 SD untuk dua kabupaten.

Program ini diharapkan akan mampu menjangkau manfaat bagi 1.800 Siswa di tingkat PAUD dan 12.600 Siswa Sekolah Dasar di mana dalam pelaksaan kegiatannya Save the Children berkoordinasi dan melibatkan peran serta SKPD terkait yakni Dinas Pendidikan, juga Bappeda Kabupaten TTU dan Malaka.

Yayasan Sayangi Tunas Cilik

Yayasan Sayangi Tunas Cilik merupakan mitra lokal Save the Children International (“Save the Children”) dalam menjalankan dan meneruskan program-program Save the Children di Indonesia.

Yayasan Sayangi Tunas Cilik dan Save the Children merupakan dua organisasi yang terpisah. Save the Children di Indonesia beroperasi di Indonesia sejak 1976 dan berada di bawah naungan Kementerian Sosial RI. Tugas Save the Children dalam hubungannya dengan Yayasan Sayangi Tunas Cilik adalah untuk memastikan program-program yang dijalankan oleh Yayasan Sayangi Tunas Cilik berjalan dengan baik dan berkualitas sesuai standar internasional melalui pengawasan kinerja dan alih keterampilan, pengetahuan dan teknologi dalam membangun kapasitas organisasi dan sumber daya manusia. Yayasan Sayangi Tunas Cilik menjadi organisasi lokal dengan kompetensi global yang lebih kuat dan mandiri. Dalam menjalankan program-programnya tersebut, Yayasan Sayangi Tunas Cilik telah mendapatkan izin dari Save the Children untuk menggunakan logo, merek, sistem kerja, operasional dan sumber daya yang dimiliki oleh Save the Children sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan program.

Secara garis besar, kami menjalankan program-program sebagai berikut:

  1. Perlindungan Anak untuk mencegah dan merespon kekerasan, penelantaran dan eksploitasi anak
  2. Pendidikan sebagai pencegahan terhadap kerentanan anak termasuk anak-anak yang bekerja
  3. Kesehatan dan Gizi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan gizi untuk “anak-anak balita yang terlantar” sebagai salah satu kategori PMKS dan mencegah disabilitas anak
  4. Penanganan dampak kemiskinan pada Anak untuk meningkatkan kesejahteraan anak
  5. Tata Kelola Pemenuhan Hak Anak dalam mendukung solusi berkelanjutan untuk kesejahteraan anak
  6. Pengurangan Resiko Bencana dan Tanggap Darurat