Sepanjang Tahun 2016 Ada 50 TKI/TKW Asal NTT Tewas Di Luar Negeri

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Timor (GMIT) Pdt Merry Kolimon Mengatakan, dalam catatan lembaga yang dipimpinnya sepanjang tahun 2016 sudah ada sekitar 50 orang TKI/TKW asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal di luar negeri.

Demikian Dikatakan Ketua Sinode GMIT, Pdt, Merry Kolimon dalam dialaog penanganan Traficking di NTT bersama Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes di Studia Radio Suara Kasih GMIT, Kamis (29/12/2016).

“Tahun 2016 ini saja, sesuai catatan Sinode GMIT, sudah ada 50 orang pekerja asal NTT yang dikirim pulang dari luar negeri dalam keadaan meninggal. Kondisi seperti ini sudah masuk kategori darurat traficking, sehingga perlu dipikirkan langkah alternatif untuk memerangi ini. Kita tidak bisa memaksa orang untuk tidak boleh bekerja diluar negeri. Tetapi mereka harus dipersiapkan secara baik sebelum dikirim, dan itu menjadi tugas pemerintah.

Untuk itu Merry Kolimon, mengaku sangat senang dengan rencana Pemerintah Kabupaten TTU untuk membanguan sebuah BLK yang baik untuk membina calon TKI/TKW sebelum dikirim ke luar negeri. Menurutnya, masalah kekerasan yang dialami oleh para TKI/TKW diluar negeri, karena mereka tidak mempunyai ketrampilan yang memadai. Perusahan yang merekrut mereka tidak membekali mereka dengan pelatihan ketenagakerjaan yang baik, sehingga para pekerja asal NTT diperjualbelikan seperti budak, yang kemudian disiksa dengan kejam, bahkan ada yang dibunuh karena mereka tidak punya bekal apa-apa sebelum dikirim.