Rumor Operasi Katarak Membutakan, Pasien di TTU Melarikan Diri

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Meskipun program pendataan dan penjaringan operasi katarak telah dilaksanakan secara bertahap di 26 puskesmas yang berada di wilayah kabupaten Timor Tengah Utara selama tiga bulan sebelum pelaksanaan 21 – 24 September 2016, namun dalam pelaksanaan operasi katarak gratis yang berjalan masih  tidak mancapai target.

Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten TTU, Mikhael Henuk yang ditemui media ini, Senin (26/09) di kediamannya menyampaikan dari 26 Puskesmas di TTU hanya 16 Puskesmas yang mengirim pasien penderita gangguan kesehatan mata.

Baca : Wujudkan 2020 Bebas Katarak, PMI Gelar Operasi Katarak di TTU

Menurutnya itupun hanya 60% dan sangat tidak mencapai target. “Dari 26 puskesmas di TTU, ada sekitar 10 puskesmas yang tidak mengirim pasiennya. Ini menunjukkan penjaringan di puskesmas kurang maximal, padahal langkah operasi PMI ini guna memberantas kebutaan pada masyarakat”, ungkap Henuk.

Henuk juga menambahkan, target awal 100 pasien yang dioperasi. Namun hasil pemeriksaan dokter selama 4 hari berturut – turut dari 683 pasien hanya 83 penderita katarak yang mau menjalani operasi.

“Dari jumlah 683 orang pasien, sebanyak 90 lebih terdeteksi katarak namun hanya 83 orang yang bersedia dioperasi. Target 100 orang yang menjalani operasi katarak tidak mencapai. Masalahnya, pasien termakan rumor yang berkembang di tengah masyarakat bahwa operasi katarak justru bisa membutakan. Ini ke depannya perlu sosialisasi tenaga kesehatan secara maksimal bagi masyarakat bahwa katarak tidak bisa sembuh hanya dengan menggunakan obat tetes mata saja”, jelas Henuk.

Baca : Bupati Belu Buka Operasi Katarak Gratis

Sementara kacamata baca gratis dibagikan ke 401 orang melebihi target awal 200 orang. Henuk pun berharap, melalui pengalaman pertama penyelenggaraan operasi katarak di TTU oleh PMI, ke depannya kerjasama semua pihak berjalan lebih maximal dan bisa terakomodir lebih baik, demi suksesnya pemberantasan kebutaan masyarakat TTU seutuhnya.