Wujudkan 2020 Bebas Katarak, PMI Gelar Operasi Katarak di TTU

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Pelayanan operasi katarak gratis bagi ratusan warga kabupaten Timor Tengah Utara dilaksanakan Palang Merah Indonesia dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) bekerjasama dengan Rumah Sakit Kartini Kupang, Rabu (21/09/2016) hingga Sabtu (24/09). Selain melakukan operasi katarak gratis, pihak penyelenggara dari PMI juga membagikan kacamata baca gratis kepada warga yang membutuhkan.

Pada hari pertama, sebanyak 259 warga sudah mendaftar dan sudah mulai menjalani pemeriksaan untuk selanjutnya mendapat tindakan operasi, tidak menutup kemungkinan akan bertambah pasien penderita katarak di hari kedua hingga penutupan.
Perwakilan PMI Pusat, dokter Muhamad Arfan mengatakan program operasi katarak menjadi program unggulan yang harus didukung.

“Program operasi katarak sudah menjadi program unggulan di PMI sejak tahun 2009, sehingga menjadi prioritas kesehatan yang harus didukung. Selain itu kehadiran PMI dalam menjalankan program ini untuk membantu pemerintah dalam bidang kesehatan menuju Tahun 2020 bebas katarak “, ungkap Muhamad Arfan dalam sambutannya pada acara pembukaan Operasi katarak.

Ditambahkannya, “Untuk wilayah Indonesia Timur kabupaten TTU menjadi tempat pelaksanaan pertama operasi katarak kemudian akan berlanjut ke Maluku, Papua dan Papua Barat”.

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt memberi apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan kegiatan PMI. Menurut bupati Fernandes, bertepatan dengan HUT kota Kefamenanu ke – 94 kegiatan PMI merupakan berkah tak ternilai. Teristimewa lagi, para perawat dari puskesmas – puskemas ikut dibekali pelatihan penanganan pasien penderita katarak.

“Berkaitan dengan HUT Kota Kefamenanu ke – 94, kita mendapat berkah yang luar biasa dari PMI yang melakukan kegiatan kemanusiaan ini, yakni ada upaya untuk membebaskan ratusan warga TTU dari kebutaan. Teristimewa untuk perawat – perawat dari berbagai puskesmas dan RSUD juga mendapat pelatihan penanganan pasien katarak, dengan demikian pasca operasi nanti mereka bisa membantu pasien hingga proses penyembuhannya”.

Selain pelaksanaan kegiatan kemanusiaan seperti operasi katarak, sebelumnya PMI juga telah melakukan kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan mata serta pembagian kacamata baca gratis bagi 2000 lebih anak sekolah di kabupaten Belu.

Baca Juga: Bank NTT Dukung Program Sari Tani Bantu Petani TTU

Kegiatan operasi katarak ini dilatarbelakangi makin meningkatnya jumlah penderita katarak setiap tahunnya yang mencapai 240.000 orang. Data 2006 menunjukkan di Indonesia sebagai negara tertinggi di Asia penderita kebutaan dengan penyebab utama adalah Katarak (Prevalensi kebutaan di Indonesia mencapai 1,5 persen).

Katarak disebabkan oleh faktor – faktor yang berfariatif mulai dari persoalan usia, gizi, gaya hidup, riwayat penyakit yang diderita hingga ketidaktahuan akan katarak itu sendiri oleh masyarakat penderita. Katarak jika tidak diperhatikan dengan serius akan menjadi persoalan baru bagi masyarakat Indonesia.

Riset kesehatan dasar, kementerian kesehatan Republik Indonesia tahun 2013 melaporkan bahwa prevalensi katarak di Indonesia adalah 1,8 persen dimana prevalensi katarak di Papua adalah 2,4 persen, NTT 2,3 persen, dan Maluku 2,2 persen. Hal tersebut mengisyarakat bahwa pemerintah juga lembaga – lembaga terkait selayaknya lebih serius mengatasi masalah tersebut.

Baca Juga: Disparekraf Umumkan Hasil Lomba Foto Amazing NTT 2016

PMI sebagai Auxiliary to the Government yang bergerak di bidang pelayanan sosial dan kemanusiaan menyadari betul akan tanggungjawabnya dan menyakini secara perlahan-lahan rantai persoalan katarak di Indonesia khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur harus dapat diminimalisir.

Kegiatan tersebut telah didahului dengan pelatihan Kesehatan Mata bagi tenaga kesehatan dari 26 Puskesmas yang tersebar di seluruh Wilayah Kabupaten TTU pada 26 Juni 2016.

Kebutaan karena katarak atau kekeruhan lensa mata merupakan kesehatan global yang harus segera diatasi, karena kebutaan dapat menyebabkan berkurangnya kualitas sumber daya manusia dan kehilangan produktifitas serta membutuhkan biaya yang cukup besar untuk pengobatannya.

Adapun tujuan dari kegiatan kemanusiaan ini, yakni lebih mendekatkan pelayanan kesehatan dan kepalangmerahan bagi masyarakat Kabupaten TTU, melaksanakan operasi katarak secara gratis dan pembagian kacamata baca gratis bagi masyarakat Kabupaten TTU. Juga menyebarluaskan nilai-nilai kemanusiaan Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional dan Mandat serta kegiatan Palang Merah Indonesia kepada masyarakat di daerah terpencil melalui promosi pelayanan kesehatan.