Bupati Belu Serahkan Beragam Jenis Bantuan kepada Kelompok Tani
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kabupaten Belu mendukung berbagai program yang bertujuan selain meningkatkan roda pembangunan, di perdesaan juga untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian guna mendukung peningkatan ketahanan pangan nasional.
Sebanyak 69 desa yang tersebar di 12 kecamatan se-Kabupaten Belu, pada Senin (31/10/2022) mendapatkan bantuan berupa pupuk, benih, ternak (babi dan kambing) dan alsintan kepada kelompok tani periode Oktober 2022 s/d Maret 2023.
Rinciannya, Benih Padi Biofortifikasi IR-54 Nitri (150 Ha), Benih Sorgum (200 Ha), Benih Bawang Merah ( 10 Ha), Benih Bawang Putih (20 Ha), 20.000 Kg Pupuk Organik Granular, Benih Cabai Keriting (10 Ha), Pupuk Organik Cair Biokonversi (untuk 4.350 Ha Sawah), Anakan Mangga (20 Ha), Benih Padi untuk Food Estate (411 Ha), Benih Jagung untuk Food Estate (148 Ha), 2 unit Traktor Roda Empat, 9 unit Traktor Roda 2, 2 unit Cultivator.
Selain itu, 9 unit hand sprayer, 5 unit pompa air, 1 unit combine harvester, 20 unit power threser, 18 unit corn sheller, 2 unit embung prasarana pertanian, benih padi (2.000 Ha), benih jagung hibrida (160 Ha), 2.000 pohon anakan, 2.000 pohon anakan Sukun, 1 paket benih sayur – sayuran, 275 Sachet Benih Tomat, 1 unit combine harvester (DAK FISIK), 3 unit Jalan Usaha Tani, 2 unit Jaringan Tersier, 2 unit Embung, 21 unit Alat Pasca Panen Kopi (DAK FISIK) dan paket bantuan SAPRODI (Benih Jagung, Pupuk dan Obat – obatan bagi 26 desa).
Bantuan tersebut, secara simbolis diserahkan oleh Bupati Belu, Taolin Agustinus, dan Wakil Bupati Belu, Aloysius Haleserens, di Halaman Mal Pelayanan Publik Timor Atambua.
Bupati Belu mengatakan, setiap desa memiliki potensi dan ciri khas unggulan.
“Jika itu dikelola dengan baik, akan menjadi produk unggulan yang bernilai ekonomi tinggi sehingga mampu meningkatkan daya saing daerah untuk bisa lepas dari ketertinggalan,” katanya.
Selain mendorong pengembangan produk unggulan desa, Bupati Belu juga terus mengajak BUMD ikut terlibat dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan, holtikultura dan peternakan sebagai upaya jaga pangan di Kabupaten Belu.
“Dalam membangun Kabupaten Belu sebagai wilayah dan kawasan perbatasan, Pemerintah Kabupaten Belu memandang perlu membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengawal tercapainya keberhasilan Program Jaga Pangan yang telah diluncurkan oleh Kementerian Pertanian RI,” ucapnya.
Bupati berharap agar bantuan pemerintah ini dapat meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian yang pada akhirnya dapat berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.
“Dengan cara ini akan terbuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, meningkatkan pendapatan desa dan perputaran ekonomi desa akan maju dan berkembang,” harapnya.
Turut hadir, Anggota DPRD Kabupaten Belu, Pejabat yang mewakili Forkopimda Kabupaten Belu, para Pimpinan OPD, Wakil Ketua TP. PKK Kabupaten Belu, para Camat/Kepala Desa/Lurah se-Kabupaten Belu serta Perwakilan Kelompok Tani Penerima Bantuan Pemerintah. (Tim Layanan Info Publik).

