8000 Lebih KTP Dukungan Perseorangan Tak Terdata DP4 dan DPT Pilpres

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Setelah melakukan pemeriksaan dari berkas dukungan Pasangan Calon (Paslon) Indenpenden, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang, menemukan 8000 lebih dukungan KTP yang dimasukan Paket Adil (Habde Dami-Ferdinandus Lehot), dan paket Viktory (Matheos Viktor Mesakh-Viktor Mambait) tidak terdata dalam Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang sudah diserahkan pihak Kemedagri pada Juni Lalu, maupun Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilu presiden tahun 2014 lalu.

Demikian dikatakan Anggota KPU Kota Kupang, Lodowik Fredik kepada wartawan di Kantor Dispendukcapil, Kota Kupang, usai melakukan konsultasi dengan Pihak Dinas soal temuan KPU, Jumat (19/8/2016).

Menurutnya, terhadap temuan tersebut, pihak KPU kemudian melakukan koordinasi dengan pihak Dipendukcapil selaku dinas yang mendata soal kependudukan, sehingga dicek kebenarannya apakah dukungan pada untuk calon perseorangan itu, memang benar warga Kota Kupang atau tidak.

“DPPP yang diserahkan oleh kemendagri berjumlah 320 ribu lebih pemilih, namun temuan KPU terhadap berkas dukungan yang dimasukan terdapat 8000 ribu lebih  dukungan yang tidak terdata dalam DP4 dan DPT Pilpres, sehingga kami akan meminta bantuan Dispendukcapil untuk melakukan verifikasi ulang nama-nama yang ada dalam berkas dukungan itu,” ujarnya.

Menurutnya, pihak KPU sengaja datang ke Dispendukcapil agar nama-nama tersebut bisa diverifikasi sesegera mungkin, sehingga sebelum verifikasi faktual dilakukan, pihak KPU sudah mendapat kepastian kejelasan dari berkas dukungan itu sebelum disampaikan PPK disetiap kecamatan.

Sementara itu, Kadispendukcapil, Kota Kupang, David Mangi yang dikonfirmasi terpisah, mengaku akan segera melakukan pengecekan terhadap KTP dukungan yang tidak terdata dalam DPPPP maupun DPT Pilpres yang dimasukan Paket Adil dan Viktory.

“Mulai hari ini kami sudah melakukan pengecekan dan paling lambat akan selesai pada Minggu (21/8) nanti,” Kata Mangi.