Peranan Media Penting Dalam Mendukung Kesetaraan Gender di Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Peranan media massa sangat penting dalam mendukung dan mewujudkan kesetaraan serta keadilan gender di lingkungan masyarakat Kabupaten Belu.

Koordinator Program Mampu (Maju Perempuan Indonesia Untuk Penanggulangan Kemiskinan) PPSE Keuskupan Atambua Mikael Leuape menyampaikan hal itu kepada media di Atambua, Jumat (19/8).

Menurut dia, salah satu dukungan media massa baik cetak maupun elektronik bisa menyebarluaskan informasi tentang program pemberdayaan perempuan dan anak.

“Masalah perempuan dan anak korban kekerasan perlu dipublikasikan. Karena itu kita libatkan media untuk dukung program kita,” ujar Leuape.

Lanjut dia, pihaknya juga mendorong agar segera dibentuk lembaga Pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) di Belu.
Kelembagaan itu penting hadir untuk memberikan perhatian kepada kaum perempuan dan anak guna menangani kasus kekerasaan terhadap perempuan dan anak.

“Kita juga sudah lakukan penguatan kapasitas untuk DPRD perempuan, dan sudah studi banding di Makasar. Lembaga ini nantinya dibawah binaan Badan Pemberdayaan Perempuan, sehingga mereka yang akan mengurus atau menangangi korban-korban kekerasan,” urai Leuape.

Masih menurut dia, ada lima isu penting di Belu yakni, perlindungan sosial, kekerasan terhadap perempuan dan nak, buruh migran dan kesehatan reproduksi secara umum.
Ketentuan Perda pemberdayaan perempuan sudah ada.

“Kita dorong DPRD agar disediakan anggaran, karena itu penting. Masih banyak korban kekerasan terhadap perempuan dan anak dikampung, yang tidak dapat penanganganan dan pendampingan. Kita akan dorong terus sehingga kelembagaan itu terbentuk di Belu,” kata dia.

Tambah Leuape, pihaknya juga membantu sekitar 300 anak dari kaluarga miskin di wilayah Belu untuk mendapatkan akte kelahiran secara gratis. “Kita sudah koordinasi dengan Dispenduk dan akan blow up sehingga proses penerbitan cepat dilakukan,” pungkas dia.