Pemkot Kupang Gelar Lomba Dansa Untuk Lansia

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Bertempat di Lantai I, Kantor Walikota Kupang, Pemerintah Kota Kupang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menggelar lomba dansa untuk Lanjut Usia (Lansia). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hut ke-73 proklamasi kemerdekaan dan hari lanjut usia (HLUN) ke-22, tingkat Kota Kupang, dengan tema Kerja kita Prestasi Bangsa, di Balai Kota Kupang, Kamis (23/8/2018).

Lomba dansa lansia diikuti 18 pasangan, dengan dua kategori, yaitu kategori waltz, dan cha cha cha. Lomba dibuka dengan dansa yang diikuti oleh Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man bersama istri, asisten I Yos Rera Beka bersama istri dan Penjabat Asisten II Thom Gah bersama istri.

Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man, mengatakan, berbicara mengenai lanjut usia, pada 29 Mei 1996, dengan resmi Indonesia menetapkan sebagai hari lanjut usia (HLUN) yang diperingati setiap tahunnya.

“Hari ini juga pemerintah Kota Kupang menggelae event dansa lansia ini, sebagai wujud memeriahkan Hut kemerdekaan RI, juga memeriahkan hari lanjut usia nasional ke-22, sebagai penghargaan atas pengabdian dan kearifan yang telah diberikan para lansia di berbagai keluarga, masyarakat dan bangsa,” katanya.

Herman menjelaskan, perlombaan ini merupakan pembuktian kaum lanjut usia bahwa semangat kemerdekaan mereka tidak pernah luntur walau termakan usia. Hal ini menyadarkan semua orang bahwa, usia lanjut tidak menjadikan seseorang untuk berhenti berkarya.

“Oleh karena itu, sebagai kaum muda dan generasi penerus bangsa, juga harus lebih semangat dan meningkatkan kecintaannya kepada NKRI. Perlombaan ini merupakan salah satu upaya pemerintah bersama segenap komponen masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian kita terhadap keberadaan para lansia,” katanya.

Pemerintah juga memperhatikan dan peduli terhadap kesejahteraan para lansia, juga agar bisa tetap megembangkan bakat dan kreatifitasnya.

“Di usia lansia, mereka tetap semangat untuk mengembangkan kreatifitasnya. Bagaimana dengan orang muda? Tentu harus lebih semangat mengembangkan potensi diri, terutama untuk membangun dan menata masa depan yang lebih baik, sebagai pelaku pembangunan daerah ini lainnya,” terangnya.

Dia mengatakan, dalam merayakan Hut kemerdekaan, siswa-siswi tentunya harus upacara di sekolah, lansia juga diajak untuk ikut merayakan Hut kemerdekaan dengan dansa lansia ini. “Jadi umur bukan menjadi alasan untuk seseorang berhenti berkreasi. Semua usia, semua kalangan diberi kesempatan untuk menunjukan potensi dirinya,” lanjutnya.

Pemerintah Kota Kupang juga sangat berterimakasih atas partisipasi semua peserta. Kemerdekaan juga harus diisi dengan kesenian, yang dilakukan oleh semua usia termasuk lansia.

“Kedepan, semua lansia diajak mengikuti car free day untuk senam lansia, diakomodir oleh semua posyandu lansia. Karena diusia lansia ini, kita harus banyak menggerakkan sendi-sendi dengan berolahraga, agar tidak mudah sakit,” katanya.