TNI, Guru dan Pelajar di Perbatasan Belu-Timor Leste Upacara Harkitnas

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Semangat Kebangkitan Nasional tidak pernah memudar, namun semakin menunjukan urgensinya bagi kehidupan berbangsa kita sehari-hari. Padahal semangat itu sudah tercetus setidaknya 109 tahun lalu, ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo yang hingga kini tetap ampuh menyatukan dan menyemangati gerak kita sebagai bangsa.

Demikian amanat Menteri Komunikasi dan Informatika RI yang dibacakan Kasdim 1065/Belu Mayor Inf. Binsar Pasaribu selaku Inspektur Upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional di lapangan hitam Makodim 1605/Belu, Senin (22/5/2017).

Dikatakan, Presiden Jokowi pada awal tahun ini telah mencanangkan penekanan khusus pada aspek pemerataan dalam semua bidang pembangunan. Bukan berarti sebelumnya kita abai terhadap aspek ini. Malah sejak awal dalam program Nawacita aspek pemerataan dapat porsi perhatian yang sangat tinggi.

“Pemerataan pembangunan antar wilayah hendak diwujudkan dengan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan,” ucap dia.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan aspek pemerataan pembangunan di segala sektor antara lain, sektor kelistrikan telah dilakukan pembangunan program melistriki di 2.500 desa. Pembukaan jalan trans Papua yang sudah hampir selesai dari 4.300 km jalan raya, 3.800 km diantaranya telah dibuka. “Di bidang Agraria telah diluncurkan kebijakan pemerataan ekonomi yang bertumpu pada tiga pilar yakni, lahan, kesempatan dan SDM,” jelas dia.

Dikatakan, persoalan pemerataan hampir merupakan masalah semua bangsa bahkan negara-negara maju pun berkutan dengan isu kesenjangan yang sama, namun bagi bangsa Indonesia dalam mewujudkan pemerataan yang berkeadilan sosial juga menjadi penghormatan terhadap cita-cita para peletak dasar bangunan kebangsaan.

Baca : Dishub Belu Fungsikan Terminal Tipe B Lolowa

“Kebangkitan nasional hanya akan berarti jika tidak ada satu anak bangsa pun yang tercecer dari gerbong kebangkitan tersebut,” kata Binsar.

Lanjut, di sektor Kominfo telah melakukan upaya pemerataan melalui program palapa ring berupa proyek pembangunan jaringan tulang punggung serat optika nasional untuk menghubungkan seluruh wilayah Indonesia. Sehingga keberadaan internet berkecepatan tinggi dapat dinikmati secara luas.

Jelas dia, Pemerintah juga telah melakukan pemangkasana perizinan dari sektor kelistrikan, pertanian, perindustrian, pertanahan, kehuatanan, perhubungan dan telekomunikasi, dan semua itu berkat teknoplogi digital.

“Semoga kita semua bisa meniti ombak besar perubahan digital dengan selamat dan sentosa dan berbuah manis bagi orientasi pelayanan kepada masyarakat. Hanya dengan semangat untuk tidak meninggalkan satu orang pun tercecer dalam gerbong pembangunan maka NKRI ini akan tetap jaya,” akhir Binsar.

Upacara Harkitnas ke 109 dengan tema pemerataan pembangunan Indonesia yang berkeadilan sebagai wujud kebangkitan nasional, diikuti peserta upacara dari personel TNI/PNS Kodim 1605/Belu, anggota Subden POM Atambua, para pelajar dari SMAN 1 Atambua dan SMPN 1 Atambua.

Bersamaan upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional dilakukan juga personel Koramil 1605-08/Haekesak, anggota pos Satgas Yonif Raider 712/Wt serta para Guru dan SMP Turiscain, Kecamatan Raihat wilayah Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Distric Bobonaro, Maliana-Timor Lesta.