Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Belu Gelar Donor Darah

Bagikan Artikel ini

Laporan Yan Manek
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kepolisian Resor (Polres) Belu gandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belu menggelar bakti sosial donor darah, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati pada 1 Juli 2026
berlangsung di Aula Bhayangkari Mapolres Belu perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Aksi tersebut melibatkan personil Polres Belu, Kodim 1605/Belu, Brimob Kompi 1 Yon A Pelopor Belu, Yonif 744/SYB serta Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yon Armed 12 Kostrad.

Menurut dia, selain momen yang tepat untuk menyebarkan kebaikan dan menjaga soliditas dengan instansi terkait, aksi tersebut juga untuk memberikan manfaat yang besar kepada pendonor itu sendiri.

Jelas Putra Astawa, aksi donor darah ini rutin dilaksanakan dalam menyambut Hari Bhayangkara dan ini dilaksanakan oleh seluruh Polres jajaran Polda NTT. Selama ini TNI-Polri sudah sering bersinergi gelar kegiatan amal seperti ini.

“Prinsipnya kalau kebersamaan ini terus dijaga, maka TNI-Polri kedepannya akan semakin kuat,” tegas dia.

Dikatakan bahwa, selain membantu menyelamatkan hidup orang lain, ada banyak manfaat yang kita dapatkan dengan mendonorkan darah antara lain menjaga kesehatan jantung dan sirkulasi darah, menurunkan berat badan, mengusir hipertensi dan lain sebagainya.

Masih menurut PutraAstawa, dari total 75 peserta donor darah dikumpulkan 30 kantong darah terdiri dari golongan darah A 9 kantong, golongan darah B 2 kantong, golongan darah AB 3 kantong, dan golongan darah O 16 kantong.

“Dari 75 personel hanya 30 peserta yang dinyatakan lolos dalam kriteria pendonor dan sisanya 45 orang tidak memenuhi syarat untuk donor darah”jelas Kapolres Belu,” terang dia.

Selanjutnya darah yang diperoleh dari pendonor nantinya akan distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui PMI Belu.

“Dengan tambahan darah ini, mudah-mudahan keluarga pasien di RS tidak kesulitan dan terbebani karena harus mencari bantuan darah guna menyelamatkan nyawa pasien,” pinta Putra Astawa.