Nyalakan Harapan di Sektor Hulu, Program PESTA PORANG PLN Sentuh Langsung Jantung Ekonomi Petani Flores

Bagikan Artikel ini

Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com — Di sebuah rumah sederhana milik Tibortius di Desa Rego, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, aroma tanah basah Flores membawa harapan baru. Di sana, sekelompok petani berkumpul, duduk melingkar bersama para petugas PLN. Tidak sedang membicarakan tiang listrik atau kabel yang membentang, melainkan merajut masa depan komoditas porang yang kini tengah naik daun di Pulau Flores.

Melalui Program PESTA PORANG (Peningkatan Ekosistem dan Tata Kelola Porang), PT PLN (Persero) turun langsung menemui dan berdialog dengan para petani, pada Jumat (12/6). Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa keterlibatan PLN tidak lagi sekadar urusan hulu-hilir kelistrikan, melainkan sudah menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat yang paling mendasar.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa komitmen PLN adalah hadir di setiap sendi kehidupan masyarakat, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

“Bagi PLN, listrik bukan sekadar penerang rumah di malam hari, tetapi harus menjadi penggerak roda ekonomi yang membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan keluarga,” ujar F. Eko Sulistyono.

“Harapan kami, dengan hadirnya PLN di tengah-tengah petani melalui Program PESTA PORANG ini, ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir menjadi lebih kuat. Porang Flores tidak hanya akan menyinari dapur-dapur para petani kita, tetapi juga membawa harapan baru dan masa depan yang lebih cerah bagi perekonomian masyarakat di tempat itu.”

Program PESTA PORANG dirancang untuk membangun ekosistem yang terintegrasi. Komitmen ini sebelumnya telah diawali PLN dengan mengamankan pasokan listrik yang andal bagi sektor industri pengolahan porang di Flores guna mempercepat proses hilirisasi. Kini, PLN melangkah lebih dekat ke sektor hulu: para petani itu sendiri.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Barat, Eki Putra, menyampaikan bahwa Flores memiliki modal geografis yang sangat besar untuk menjadi sentra porang nasional. Oleh karena itu, PLN ingin memastikan rantai ekonomi ini berputar adil hingga ke tingkat paling bawah.

“Kami tidak ingin hanya hadir di ujung industri. Manfaat ekonomi terbesar harus dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani sebagai pelaku utama di tingkat hulu. Keberhasilan program ini kelak diukur dari senyum kesejahteraan petani dan tumbuhnya multiplier effect di daerah,” kata Eki.

Senada dengan hal tersebut, Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Labuan Bajo, Virtus Gita Anggara, menambahkan bahwa kesiapan mental dan sarana para petani adalah kunci utama keberlanjutan industri ini.

“Ketika petani berkembang, maka seluruh rantai nilai porang akan ikut kokoh. Melalui program ini, kami datang untuk mendengarkan, merasakan tantangan mereka, dan bersama-sama mencari solusi agar porang benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan,” tutur Virtus.

Sentuhan hangat dan perhatian ini memantik optimisme mendalam bagi Tibortius. Sebagai petani yang sehari-hari bergelut di ladang, kehadiran PLN di rumahnya memberikan suntikan moral yang luar biasa.

“Kami merasa sangat senang dan dihargai karena ada perhatian langsung seperti ini. Jujur saja, porang memberikan harapan baru bagi hidup kami di desa. Jika terus didukung secara berkelanjutan dari hulu hingga ke pabrik, kami optimis komoditas ini bisa mengubah nasib keluarga dan membawa kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat sekitar,” ungkap Tibortius penuh haru.

Melalui sinergi Program PESTA PORANG, PLN kembali menegaskan perannya yang tidak terbatas pada penyediaan energi andal, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang berjalan beriringan bersama masyarakat. Dari sudut Desa Rego yang jauh dari hiruk-pikuk kota, sebuah langkah kecil telah dimulai—langkah bersama menuju masa depan Flores yang lebih mandiri dan sejahtera.(*)