Lentera Harapan Menyala di Golo Rutuk: Anak-Anak Kini Bisa Belajar di Bawah Terang Listrik PLN

Bagikan Artikel ini

Manggarai Timur, NTTOnlinenow.com – Bagi warga Desa Golo Rutuk, Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur, malam hari kini tak lagi sama. Suasana gulita yang biasanya menyelimuti desa ketika matahari terbenam, kini berganti dengan binar lampu yang menerangi rumah-rumah warga.

Asa yang telah lama dinantikan itu akhirnya mewujud nyata setelah PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Flores resmi menyalakan jaringan listrik desa melalui proses commissioning test pada Kamis (11/6).

Untuk membawa terang hingga ke ruang tamu warga Golo Rutuk, perjuangan melewati medan berliku di Flores harus ditempuh. PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4,67 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 5,86 kilometer sirkuit (kms), serta 2 unit gardu distribusi berkapasitas 100 kVA. Bagi PLN, ini bukan sekadar instalasi kabel dan tiang besi, melainkan jembatan menuju kehidupan yang lebih baik.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT), F. Eko Sulistyono, mengungkapkan bahwa setiap jengkal tanah di NTT berhak mendapatkan keadilan energi. Hadirnya listrik di pelosok bukan lagi soal mengejar angka statistik, melainkan tentang kemanusiaan.
“Kami di PLN selalu tersentuh setiap kali melihat lampu pertama menyala di rumah warga desa. Listrik ini hadir bukan hanya untuk mengusir gelap, tetapi untuk menyalakan mimpi anak-anak di Golo Rutuk. Kami ingin mereka bisa belajar di malam hari tanpa perlu lagi menyipitkan mata di bawah temaram lilin atau pelita. Listrik adalah bekal mereka untuk meraih masa depan yang setara dengan anak-anak di kota besar,” tutur F. Eko Sulistyono dengan hangat.
Ia menegaskan, PLN akan terus mengetuk pintu-pintu desa terpencil lainnya di NTT agar roda ekonomi, fasilitas kesehatan, dan pendidikan bisa bergerak lebih maju.

Senada dengan hal tersebut, Manager UP2K Flores, Reza Eka, mengakui tantangan geografis di lapangan seringkali menguji fisik dan mental tim.
“Medan yang sulit adalah cerita sehari-hari kami. Namun, begitu melihat senyum warga saat sakelar lampu pertama kali ditekan, seluruh rasa lelah itu hilang seketika. Listrik ini adalah ruang bagi masyarakat untuk berkembang dan memulai

Merasakan langsung perubahan besar ini, Esoldus Jimyanto, salah seorang warga Desa Golo Rutuk, tidak mampu menyembunyikan rasa harunya. Baginya dan seluruh warga, kehadiran PLN di desa mereka seperti jawaban atas doa yang dipanjatkan bertahun-tahun.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah dan PLN. Dulu, aktivitas kami sangat terbatas begitu malam tiba. Sekarang, rumah kami terang, kami bisa berkumpul dengan keluarga dengan nyaman, dan yang paling penting, anak-anak kami punya semangat baru untuk belajar di malam hari,” cerita Esoldus dengan mata berkaca-kaca.

Lewat semangat “Kerja Nyata, Terangi Negeri Tuntaskan”, PLN UIW NTT kembali membuktikan bahwa tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk diterangi. Komitmen ini akan terus dibawa demi menghadirkan keadilan, merajut kebahagiaan, dan menyalakan harapan di seluruh pelosok bumi Flobamora.(*)