KPU NTT Dorong Pemilu Akses bagi Penyandang Disabilitas
Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Jaringan Pendidikan Pemilih Rakyat (JPPR) menggelar “Pelatihan Panduan Media Untuk Pemberitaan Pemilu Akses” kepada sejumlah awak media di Kupang, Sabtu 6 Mei 2017.
Kegiatan tersebut merupakan langkah yang dilakukan KPU untuk mensosialisasikan ketersediaan Pemilu Akses yang ditujukan bagi para penyandang disabilitas. Dimana dengan Pemilu Akses kedepannya masyarakat penyandang disabilitas mendapatkan hak-hak mereka. Termasuk juga mengikuti seluruh tahapan Pemilu.
“KPU merasa kegiatan pelatihan ini penting, terutama bagaimana media bisa mengontrol segala peraturan KPU terkait dengan akses penyandang disabilitas,” ujar Ketua KPU NTT, Maryanti Adoe.
Dengan adanya kegiatan ini, kata Maryanti, maka kedepannya media sebagai kontrol sosial bisa lebih maksimal memperhatikan dan mengawasi aturan-aturan yang dibuat KPU. Tentunya, hal ini akan menjadi dorongan bagi KPU agar dapat memperbaiki diri dalam menghadapi Pilkada 2018 mendatang.
“Karena memang, persoalan penyandang disabilitas ini sudah menjadi perhatian semua orang. Tentu saja KPU dalam hal ini sebagai penyelenggara pemilu dapat membuat terobosan penting agar proses Pilkada 2018 nanti dapat berjalan sukses dan akses untuk penyandang disabilitas bisa terakomidir,” paparnya.
Baca : KPU Minta Pengelolaan Logistik Pemilu Harus Efektif
Maryanti menyatakan, pihaknya pun akan mengupayakan pelatihan bagi tingkat bawah terutama di tingkat KPPS berjalan maksimal.
“Agar mereka mengetahui aturan main dan bagaimana melayani penyandang disabilitas di Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 nanti,” tandasnya.
Dia menambahkan, tekad KPU sebagai penyelenggara Pemilu yaitu menjamin hak penyandang disabilitas menggunakan hak pilihnya.
“Langkah yang pernah dilakukan yaitu melibatkan penyandang disabilitas dalam kegiatan sosialisasi, kegiatan simulasi pemungutan suara bersama Komunitas Peduli Pemilu,” ujarnya.
Selain dihadiri oleh para awak media, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), dan International Foundation for Electoral Systems (IFES). Diharapkan, dengan adanya kegiatan ini media dapat menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi kaum disabilitas.

