Oknum Perwira Polres Belu Intimidasi Wartawan Aktaduma.com Meminta Maaf

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Seorang oknum Perwira di Polres Belu mengintimidasi jurnalis saat melakukan tugas peliputan terkait dugaan kasus pungli dengan dalil perekrutan satpam per orang Rp. 2,3 juta pada April 2021 silam.

Diketahui oknum anggota tersebut bernama Gasper Manit berpangkat IPDA yang saat ini tengah menjabat sebagai Paur Subbagian Perbekalan dan Peralatan Bagian Logistik Polres Belu, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.

Menurut Adrianus Dedy Dasi saat dihubungi media, Minggu (25)2/2024) menyampaikan, intimidasi yang dialaminya berawal dari berita adanya dugaan pungutan liar oleh salah satu oknum Anggota polres Belu berinisial BG.

Saat dirinya yang ingin melakukan konfirmasi sekaligus klarifkasi terkait pemberitaan tersebut, yang bersangkutan oknum Perwira tersebut langsung menghubungi dirinya untuk segera menghadap dengan nada ancaman sembari lontarkan kata-kata yang tidak etis.

“Saya sudah pernah hubungi untuk konfirmasi bahkan sampai datangi Polres Belu tapi selalu menghindar. Pada bulan Januari lalu oknum BG mengatakan akan diganti uangnya pada February, tapi setelah itu bulan Februari dihubungi tidak pernah merespon hingga berita dinaikan langsung dia memaki saya dengan kata an*ing,” terang dia.

Lanjut Adi sapaan akrab jurnalis Aktaduma.com itu, tindakan tak terpuji oknum Perwira Polres Belu dinilai salah kaprah dan sangat arogan. Karena itu, kemarin dirinya telah memasukan pengaduan intimidasi ke Propam Polres Belu.

Namun, setelah aduan tersebut yang bersangkutan Gasper Manit atau dikenal Gasper Boby menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas tindakan intimidasi terhadap dirinya seluruh wartawan se-Indonesia.

“Kemarin dia mengaku kesalahannya dan meminta maaf kepada saya dan seluruh rekan-rekan jurnalis. Karena sudah mengakuinya saya memaafkan dan mencabut laporannya. Pak Kapolres dengan niat baik membantu selesai masalahnya dan kembalikan uang warga,” terang Adi.

Dia berharap, perbuatan serupa tidak terulang lagi bagi dirinya maupun kepada rekan-rekan jurnalis lainnya. “Untuk klarifikasinya seperti yang disampaikan secara langsung dan saya juga menyampaikan agar kejadian serupa tidak lagi terjadi ke saya maupun rekan lainnya.

Adi tambahkan, pertemuan kemarin juga dihadiri oleh Maria Funan selaku korban yang diambil uangnya dengan menjanjikan perekrutan Satpam.