BP4D Belu Luncurkan Website OMA SIMPPATI

Bagikan Artikel ini

Atambua, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kabupaten Belu melalui Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) meluncurkan (launching) inovasi baru berupa Website Optimalisasi Pengelolaan Data Perencanaan Pembangunan Terpadu, Terarah dan Transparan atau yang disebut OMA SIMPPATI.

Kepala Bidang Perencanaan pada BP4D, Vinsentia J.S.Koy yang menggagas Website OMA SIMPPATI diluncurkan, Jumat (6/11/2020) yang ditandai dengan klikan perdana website dilanjutkan pemotongan pita oleh Kepala BP4D, Florianus Nahak. Pelucuran disaksikan sejumlah staff BP4D, perwakilan OPD dan wartawan.

Menurut Vinsentia J.S.Koy yang juga sebagai project leader inovaso, website OMA SIMPPATI merupakan inovasi baru dalam rangka membangun satu sistem data base perencanaan dan pembangunan di Kabupaten Belu. Masyarakat dan semua stakeholder dapat mengakses seluruh informasi melalui website http://bp4d.belukab.go.id.

Jelas Koy, project inovasi website OMA SIMPPATI ini memiliki latar belakang yakni terwujudnya transparansi perencanaan pembangunan daerah sebagaimana diamanatkan regulasi seperti, UU nomor 14 tahun 2018, Perpres nomor 95 tahun 2018, tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik, UU nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah. Kemudian, Perda Belu nomor 5 tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2008-2021.

“Sebagai dapur pembangunan daerah, BP4D merupakan OPD yang bertanggungjawab dalam mewujudkan visi kepala daerah yang menekan pada peningkatkan kinerja birokrasi, penegakan hukum dan kualitas pelayanan publik,” kata dia.

Dijekaskan bahwa, Website OMA SIMPPATI ini merupakan satu inovasi baru yanh dapat menjawabi visi kepala daerah Kabupaten Belu.

“Ini merupakan langkah awal untuk dokumentasi sistem berbasis internet. Yang diambil untuk menjawabi persoalan yang terjadi dan dibutukan untuk kepentingan keterpaduan, keterarahan, dan transparansi rencana pembangunan yang dilakukan oleh BP4D sebagai dapurnya kegiatan pembangunan Pemkab Belu,” terang Koy.

Tujuan dari aksi perubahan ini adalah menyediakan data pembangunan daerah yang dapat dijadikan sebagai data dalam mengambil keputusan di daerah dan terorganisir. Kemudian, sebagai media Informasi, media interaksi dengan masyarakat serta menjadi tolok ukur aktif atau tidaknya kegiatan pemerintahan.

Tidak saja itu, tersedianya data base rencana pembangunan secara optimal, tersedianya data berbasis internet yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Dengan adanya website ini, masyarakat Belu yang berada di daerah perantauan dapat mengakses dengan mudah tentang data dan informasi perkembangan pembangunan di Kabupaten Belu.

“Dalam mendukung penyedian data yang update, admin webiste diberikan juga kepada setiap instansi termasuk DPRD agar bisa mengakses,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala BP4D Kabupaten Belu, Florianus Nahak memberikan apresiasi kepada Kabid Perencanaan yang telah melakukan rencana aksi inovasi baru di Kabupaten Belu dalam bentuk website OMA SIMPPATI.

Ditegaskan, selaku kepala BP4D dan juga mentor, saya mendukung dan memberikan apresiasi kepada ibu kabid perencanaan. “Awalnya saya tergelitik tentang nama OMA SIMPPATI ini. Apa ada makna lain. Mungkin, biar sudah oma tapi masih simpati,” ujar dia.

Nahak menuturkan, suatu inovasi sangat dibutuhkan dalam mendukung pembangunan daerah. Bahkan, dari sebuah inovasi bisa mendapatkan pembiayaan dari pemerintah pusat yang dinamakan dana insentif daerah (DID).

“Suatu inovasi bisa mendapatkan pembiayaan dari pemerintah pusat yang dinamakan dana insentif daerah (DID). Adanya pembiayaan DID itu karena ada inovasi di daerah,” ucap dia.

Mantan Kadis Perindag Belu itu mengatakan, Kabupaten Belu pernah mendapatkan dana insentif daerah (DID) tahun 2020 karena buah dari inovasi baru yakni inovasi penerapan protokol Covid-19 pada kategori pasar modern.

“Kepada project leader inovasi agar webiste OMA SIMPPATI ini segera disosalisasikan kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat mengetahui serta bisa mengakses sesuai keperluannya. Kepada project leader juga diharapkan untuk membangun jaringan koordinasi dengan seluruh OPD sehingga data dan informasi perencanaan dan pembangunan bisa terupdate di website,” tutup Nahak. (YB/Adbetorial-Dinas Kominfo Belu)