Psikodrama, Teknik Pendampingan Tingkatkan Kepercayaan Diri ODHA

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kegiatan pelatihan penerimaan diri bagi kelompok dukungan sebaya (KDS) atau lazim disebut ODHA selama dua hari yang di gelar CD Bethesda Yakkum ditutup dengan psikodrama.

Pantauan media di salah satu Hotel di Atambua, Sabtu (9/10/2021) malam kegiatan psikodrama dipandu oleh Psikologi asal Undana Kupang, Abdi Keraf selaku fasilitator.

Peserta pelatihan sebanyak 20 orang yang merupakan ODHA. Dalam kegiatan psikodrama itu, peserta pemeran dibagi dalam lima kelompok. Tiap kelompok berperan sesuai tema permasalahan seputar HIV dan AIDS.

Psikodrama diawali dengan pemanasan sesaat, kemudian lanjut action atau roleplay. Setiap peserta mengisahkan masalah masa lalu mereka secara jujur saat akting. Nada tinggi bahkan emosi natural hingga menangis, saling menyalahkan diekspresikan para tokoh atau pemeran psikodrama.

Tindakan spontan didapat peserta dari para anggota dengan pelukan, berpegang tangan dan dukungan sebagai penguat. Peserta ekspresikan diri untuk tidak khawatir akan masa depan, membangun komunikasi lebih baik dengan orang lain, teman, pasangan, tetangga atau anak.

Mereka juga saling mengenalkan diri, saling berempati dan memberi masukan. Selain itu bagaimana menjaga keharmonisan rumah tangga, pola komunikasi yang hangat antar anggota dalam keluarga antara suami, istri dan anak.

Menurut Psikolog Undana, Abdi Keraf bahwa dalam bidang psikologi ini adalah salah satu bentuk terapi. Dimana ketika kita melakukan pelatihan dan assesment perilaku dan segala macam.

Kemudian kita memilih salah satu teknik terapi pendekatan untuk bagaimana membangkitkan mereka agar mereka benar-benar menerima agar proses kesadaran diri.

“Ini pendekatan bagaimana membangkitkan mereka dalam penerimaan diri. Nilai-nilai dalam penerimaan diri itu yang mereka implementasikan dalam psikodrama,” terang Keraf.

Dijelaskan, psikodrama juga merupakan terapi untuk membangkitkan kesadaran diri dan kreativitas diri mereka dan membuat mereka bahwa, mereka bisa berdaya dengan menciptakan kreatiftas, ide-ide mereka tidak saja sekedar mereka bisa beraktualisasi tapi ini cerminan, refleksi bagi mereka sendiri berupaya untuk temukan makna.

“Sehingga kemudian dari nilai – nilai makna itu mereka bisa menentukan kedepan mereka bisa apa. Bagaimana bersikap dan menjalani kehidupan, termasuk mengeksplorasi dan memecahkan masalah pribadi yang mereka alami,” kata Keraf.

Sementara itu, beberapa peserta dalam kegiatan mengungkapkan kegembiraan mereka bisa mengikuti kegiatan selama dua hari yang digelar CD Bethesda Yakkum. Kegiatan sangat positif, bermanfaat bagi para ODHA dalam menjalani hidup sehari-hari.

Kegiatan dihadiri Koordinator CD Bethesda Yakkum Belu, Yosafat Ician ditutup oleh Boy Kotta selalu Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia pada BP4D Kabupaten Belu.

“Terimaksih Bethesda Yakkum untuk kegiatan para ODHA selama dua hari ini, dan untuk para peserta agar materi atau ilmu yang didapat selama pelatihan bermanfaat, bisa bangkitkan para ODHA dalam menjalankan kehidupan kedepannya,” tutup Kotta.