Pancasila Dasar Negara Dan Ideologi Pemersatu Bangsa
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kurangnya akses Pemerintah baik Pusat maupun Daerah ke kawasan daerah perbatasan dapat menyebabkan masuknya pemahaman ideologi lain bagi masyarakat.
Tentunya hal itu dapat mengancam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dari rakyat Indonesia.
Demikian Anggota MPR RI, Ferry Kase kepada NTTOnline, Jumat (24/8/2018) sore.
Menurut dia, hal tersebut sering disampaikan secara terus menerus dalam setiap kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.
“Dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan di Desa Dualasi, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu hari Selasa (21/08) lalu disampaikan hal serupa bahwa Pancasila adalah dasar negara dan pemersatu bangsa,” ujar dia.
Wilayah perbatasan yang meliputi wilayah daratan dan perairan merupakan manifestasi kedaulatan suatu negara. Letak strategis wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berada diantara dua benua yaitu benua Australia dan benua Asia.
Selain itu juga diapit oleh dua samudera yaitu samudera Hindia dan Samudera Pasifik yang merupakan kawasan potensial bagi jalur lalu-lintas antar negara.
Menurut Politisi Partai Hanura itu, dalam sosialisasi bersama warga Desa Dualasi dia berpesan pentingnya peran serta Pemerintah baik Pusat maupun daerah untuk tetap menjaga nasionalisme bagi masyarakat di perbatasan negara.
“Lebih memperhatikan pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan pembangunan infrastruktur yang masih tertinggal dan relatif terisolasi,” ucap dia.
Lanjut Kase, dalam skala tertentu, jika keadaan perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan ini tidak segera diperbaiki oleh Pemerintah, tidak mustahil rasa patriotisme dan nasionalisme lambat laun akan terkikis habis.

