Bupati Belu Beri Apresiasi Pada Kibar Indonesia

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Atambua, NTTOnlinenow.com – Bupati Belu Willy Lay sangat senang program Program Indonesia Pintar (PIP) dilaksanakan atas kerjasama Pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan Kibar Indonesia, sehingga fokus pada kerja nyata. “Pemda Belu akan menseleksi peserta sasaran untuk dapat menjadi perbaikan massal bagi pengangguran dan buta aksara di Belu. Sayang pendataan KIP sebelumnya tidak melibatkan Pemda,” demikian Willy dalam silaturahmi dengan Kibar Indonesia di rumah jabatan Bupati Belu (19/12/17).

Demi kesuksesan Program Indonesia Pintar (PIP), lebih lanjut disampaikan Ketua Umum Kibar Indonesia Ir.H.M.Nurcahyo Riswanto, bahwa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyampaikan permohonan dana tambahan kepada Kementrian Keuangan sebesar Rp.913.719.635.000 agar setiap anak putus sekolah (ATS) bisa memperoleh BOS, namun kami mendengar sampai saat ini usulan tersebut belum masuk dalam rencanan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kemendikbud tahun 2018.

Baca juga : Terbatasnya BOS Pendidikan Nonformal jadi kendala LPK dalam menjalankan PIP

Selain itu, dana bantuan PIP dan ATS dialokasikan tidak pada DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas) Kemendikbud, sehingga tidak selaras dengan proses debirokratisasi yang diharapkan pemerintahan Kabinet Kerja.

Setelah pelaksanaan di Nusa Tenggara Timur (NTT), kami sudah menjadwalkan kegiatan di Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Lampung dan NTB. Tim kami sedang mengvalidasi data dari 8 provinsi, tutur Nurcahyo.