Kunker ke Belu, DPRD NTT Tinjau Lokasi Bencana Banjir dan Longsor di Tastim

Bagikan Artikel ini

Laporan Yan Manek
Atambua,NTTOnlinenow.com-Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan kunjungan kerja ke BPBD Kabupaten Belu, Rabu (25/2).

Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi V, Agustinus Nahak (Fraksi Golkar, Dapil Belu–Malaka–TTU). Turut hadir anggota Komisi V yakni Agus Bria Seran (Gerindra), Simon Guido Seran (Demokrat), Hiro Banufanu (PDIP), Lili Adoe (PDIP), dan Celine Lana (Hanura).

Rombongan juga didampingi Kalak BPBD Provinsi NTT, Semuel Halundaka dan jajaran, serta disambut Kepala Pelaksana BPBD Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty bersama staf di markas BPBD.

Kunjungan kerja gabungan Komisi DPRD NTT menyusul kejadian banjir serta longsor yang terjadi di sejumlah titik wilayah Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.

Dalam kunjungan tersebut, BPBD Provinsi NTT menyerahkan bantuan berupa terpal kepada warga masyarakat terdampak bencana.

Agustinus Nahak menegaskan pentingnya laporan resmi setiap kejadian bencana agar pemerintah provinsi bisa bergerak cepat.

“Begitu ada laporan dari kabupaten, kami di Komisi V langsung bergerak. BPBD Provinsi juga cepat turun. Tapi kalau tidak ada laporan resmi, provinsi tidak tahu. Jangan tunggu viral di media baru buat laporan,” kata dia.

Jelas dia, fungsi pengawasan DPRD berjalan efektif jika didukung data dan laporan administrasi yang lengkap. Setiap kejadian harus dicatat dalam sistem, termasuk waktu, lokasi, dan persentase dampak kerusakan.

“Kalau ada bukti laporan, provinsi bisa langsung intervensi. Hari ini logistik datang karena ada laporan. Kalau tidak, siapa yang tahu?,” ujar Nahak.

Tegas dia, Pemerintah harus tanggap dan respons cepat dalam situasi darurat, terutama untuk kebutuhan awal seperti terpal dan sembako, sebelum intervensi lanjutan dari dinas teknis seperti PUPR.

Adapaun empat rekomendasi Komisi V dari hasil pertemuan di BPBD Belu yakni meminta :

1. Segera melaporkan setiap kejadian bencana ke Pemerintah Provinsi NTT.

2. Memperkuat sistem pelaporan dan pendataan berbasis waktu dan dampak.

3. Menyiapkan gudang logistik yang memadai agar bantuan tersimpan aman dan layak distribusi.

4. Memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dan respons cepat di lokasi terdampak.

Diketahui, usai pertemuan tersebut, rombongan Komisi V didampingi BPBD Belu meninjau lokasi longsor dan banjir di wilayah Desa Manleten dan Bauho, Kecamatan Tasifeto Timur.