Satgas Yonarmed 12 Kostrad Gagalkan Upaya Penyelundupan BBM dan Tembakau ke Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com-Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad berhasil gagalkan upaya penyelundupan illegal Bahan Bakar Minyak serta Tembakau merk Matahari ke Negara Timor Leste di Motamasin, Kabupaten Malaka.

BBM jenis minyak tanah sebanyak 175 liter BBM dan 12 ball tembakau serta satu unit sepeda motor Jupiter tanpa dokumen resmi digagalkan personel Pos Motamasin Satgas Yonarmed Kostrad di jalur perbatasan yang digunakan untuk aktivitas illegal.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonarmed Kostrad, Letkol Arm. Erlan Wijatmoko dalam keterangan persnya yang diterima media, Selasa (7/8/2025).

Menurut dia, barang selundupan BBM, Tembakau serta satu unit sepeda motor berhasil digagapkan personel di saat melaksanakan patroli rutin di jalur perbatasan yang sering kali dilewati para pelaku untuk aktivitas penyelundupan.

Saat patroli, para pelaku yang mengetahui kedatangan personel Pos Motamasin langsung melarikan diri ke arah wilayah Timor Leste dan meninggalkan barang bukti di lokasi.

“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan satu unit sepeda motor tanpa surat, lima jerigen berisi total 175 liter BBM jenis minyak tanah, serta 12 ball tembakau merk Matahari yang diduga akan diselundupkan ke negara tetangga,” terang Erlan.

Lanjut dia, seluruh barang bukti BBM, Tembakau serta sepeda motor tersebut telah diamankan anggkta ke Pos Motamasin untuk proses lebih lanjut.

Tidak saja memberikan apresiasi atas kesigapan prajurit di lapangan, Letkol Erlan juga menegaskan bahwa tindakan penyelundupan merupakan pelanggaran serius yang dapat merugikan negara dan masyarakat perbatasan.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kegiatan ilegal di wilayah perbatasan. Pengawasan akan terus diperketat demi menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan negara,” tandas dia.

Dikatakan bahwa, keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Satgas Yonarmed 12 Kostrad dalam menegakkan hukum dan menjaga keamanan di garis perbatasan RI-RDTL wilayah Kabupaten dan Malaka.

“Upaya ini juga menunjukkan pentingnya kerja sama dan kewaspadaan masyarakat dalam mendukung tugas TNI menjaga wilayah kedaulatan negara dari berbagai bentuk aktivitas ilegal,” pungkas Erlan.