Bupati Belu Secara Simbolis Pasang Papan Nama Gang di Kelurahan Lidak

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com-Bupati Belu, Willybrodus Lay melakukan pemasangan papan nama gang secara simbolis di Kelurahan Lidak, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Kamis (18/9/2025).

Hadir dalam pencanangan 75 unit papan nama gang dan papan nama jalan itu, Staf Ahli Bupati. Camat Atambua Selatan, Lurah Lidak, Lurah Fatukbot, Lurah Manuaman, Lurah Rinbesi serta para RT dan RW dari empat Kelurahan.

Bupati Belu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kelurahan Lidak dan masyarakat atas inovasi perdana di wilayah Belu membuat papan nama jalan gang dan hidupkan kembali beberapa nama jalan dari nama-nama tokoh pahlawan.

Diharapkan, dengan pemasangan papan nama jalan gang ini bisa memudahkan untuk mencari warga maupun keluarga juga pendataan administrasi dari Pemerintah. Karena itu, diharapkan untuk warga menjaga dan merawat papan nama jalan yang ada.

Sebelumnya, Camat Atambua Selatan, Melki Laka dalam sekapur sirihnya menyampaikan terima masih kepada Bupati Belu atas kunjungan kerja perdananya ke Kantor Lurah Lidak sekaligus pemasangan papan nama jalan gang dan jalan di lingkungan Kelurahan.

Dijelaskan, seharusnya ada juga pemasangan nomor rumah, tetapi belum selesai dan masih direkap. Nantinya, jalan gang dan nomor rumah akan dilakukan secara aplikasi. “Jadi, hari ini kita lakukan secara simbolis pemasangan papan nama gang dan jalan,” ujar dia.

Jelas Laka, pemasangan jalan gang merupakan suatu hal penting untuk membantu warga mudah menemukan alamat serta kepentingan dokumen Pemerintah. “Pemasangan 75 unit nama jalan gang di beberapa titik ini juga untuk meningkatkan keteraturan administrasi,” sebut dia.

Lebih lanjut, Laka menuturkan bahwa, jumlah RT di Kelurahan Lidak sebanyak 36 dan 6 RW. Diharapkan dengan pemasangan nama jalan gang dan nama jalan di lingkungan Kelurahan Lidak perdana ini lebih tertata dan indevikasi.

Untuk diketahui, dalam kegiatan itu juga berlangsung dialog dimana warga meminta kepada Bupati Belu untuk memperhatikan masalah infrastruktur jalan di lingkungan Kelurahan Lidak yang merupakan jalur ekonomi apalagi dengan adanya pasar Lolowa sehingga bisa diperbaiki.

Warga juga meminta agar status pasar Lolowa dari mingguan dinaikkan statusnya menjadi pasar harian sehingga tidak menjadikan penumpukan di pasar baru dan bisa menghidupkan pedagang dari lidak dan warga lainnya dalam meningkatkan ekonomi.

“Kami juga minta kalau bisa terminal Lolowa difungsikan secara maksimal demi kelancaran arus mudik. Kalau difungsikan maka warga diseputar terminal bisa hidup dengan usaha kecilnya,” pinta Untung salah seorang tokoh masyarakat.