Pemkab Belu “Batasi” Sebagian Media Hadiri Konferensi Pers Akhir Tahun

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Lantaran sering dikritik oleh media, Pemerintah Kabupaten Belu membatasi sebagian wartawan hadir dalam kegiatan konferensi pers akhir tahun.

Diketahui, konferensi pers yang digelar Pemkab Belu di gedung Betelalenok Atambua, Selasa (26/12/2023) dihadiri pimpinan OPD dan hanya melibatkan sebagian pekerja media tertentu menuai kekesalan di kalangan media lainnya.

Sejumlah pekerja media yang tidak dilibatkan dalam jumpa pers akhir tahu itu menilai Pemkab Belu diskriminatif dalam dan terkesan tidak mau terbuka terhadap publik.

Jumpa pers akhir tahun moment bagi para pekerja media untuk mendapatkan berbagai informasi terkait kegiatan pembangunan serta kegiatan program kerja Bupati dan Wabup dalam setahun.

Akan tetapi, selama kepemimpinan Bupati Agustinus Taolin dan Wakil Bupati Aloysius Haleserens hanya pekerja media atau wartawan tertentu saja yang selalu dilibatkan dalam setiap jumpa pers. Sementara, media-media yang sering mengkritisi Pemerintah tidak dilibatkan.

Akibatnya informasi yang tersampaikan ke publik tidak utuh dan terkesan hanya memenuhi kepentingan penguasa. Praktek diskriminasi ini diduga kuat untuk menutupi sejumlah kegagalan pembangunan maupun program kerja agar tidak diketahui publik.

Menurut salah satu pekerja media Ferdi Talo, sikap yang dipertontonkan Pemkab Belu seolah menunjukan praktek diskriminasi terhadap pekerja media di Kabupaten Belu.

Dikatakan bahwa, apa yang dialami para pekerja media di Kabupaten Belu menjadi sejarah kelam dalam kepemimpinan Belu. Pasalnya, pekerja media yang diundang dalam setiap jumpa pers hanya media-media tertentu saja yang tidak pernah mengkritik Pemerintah.

Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin yang dikonfirmasi media menyampaikan bahwa dirinya yang menandatangani undangan tersebut dan Pemerintah tidak melihat diskriminasi karena kehadiran wartawan sudah mewakili semua.

“Saya lihat ini sudah mewakili semuanya. Kalau ada yang belum terundang tahun ini jadi mohon maaf ya. Tetapi sama sekali kita tidak ada niat untuk diskriminasi,” jelas dia.