Inovasi Kreatif Andri Leo, Dokter Teladan Yang Dukung Kesehatan Warga

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Keberadaan tenaga kesehatan terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan sesuai tugas dan fungsinya sekaligus membantu warga dengan terobosan-terobosan melalui inovasi dalam mendukung kesehatan warga.

Seperti yang dilakukan dr. Vincentius A. Leo semasa menjabat Kepala UPTD Puskesmas Kota Atambua telah membuat beberapa terobosan pelayanan kesehatan baik dalam mendukung kesehatan serta membantu warga melalui inovasi yang diterbitkan.

Adapun inovasi yang berhubungan langsung dengan kesehatan warga yang diluncurkan Andri sapaan akrab mantan Kapus Kota Atambua sejak tahun 2018 silam itu diantaranya, Inovasi Gerakan Sejuta Kelor (Gesek).

Inovasi berikutnya yakni program Bayi Lahir Dapat Akta Kelahiran (Balada Akel) bagi seluruh kaum ibu yang melahirkan di UPTD Puskot Atambua, Kabupaten Belu.

Kemudian dirinya terbitkan Inovasi Cekatan (ceria kembali terkontrol aktifitas normal) merupakan program kesehatan jiwa (keswa) orang dengan gangguan jiwa serta kegiatan mengunjungi posyandu di setiap kelurahan dalam wilayah kecamatan.

Menurut Andri, latar belakang terobosan program Gesek saat itu dikarenakan dirinya melihat stunting atau angka kurang gizi di Kota sangat tinggi. Dengan mengkonsumsi kelor maka kebutuhan gizi akan terpenuhi.

“Harapannya semoga dengan program gerakan sejuta kelor itu bisa membuat warga sadar dan membudidaya tanaman kelor, sehingga bisa mencegah stunting di wilayah Kota Atambua dan sekitarnya,” ujar dia kepada media, Kamis (29/6/2023).

Sementara itu, Inovasi Balada Akel dibuat Puskot akan tetapi tidak terlepas dari dukungan dan peran Dinas Kesehatan Belu dalam hal ini Kepala Dinas serta Camat Kota Atambua.

“Jadi koordinasinya berhasil kita kerjasama dengan Disdukcapil. Setiap Ibu yang habis melahirkan, langsung diambil data bayi. Kemudian kirim ke Dinas setelah itu Dinas terbitkan status sipil atau akta bayi dan kita serahkan ke orang tua bayi,” ujar dia.

Ada pun juga kendala seperti Ibu yang melahirkan bayi di luar nikah atau belum nikah resmi, dan kita sesuaikan dengan aturan atau regulasi yang berlaku dan itu kewenangan pada Dinas teknis.

“Inti inovasi Balada Akel itu untuk mempermudah warga dalam hal ini bayi yang baru dilahirkan sehingga memperoleh identitas diri yang jelas atau status sipil yakni Akta Kelahiran,” sebut Andri.

Lanjut dia, terobosan inovasi Cekatan merupakan program kesehatan jiwa (keswa) orang dengan gangguan jiwa. Sasaran inovasi Cekatan yakni orang atau warga yang mengalami gangguan jiwa di Tenu, Kota dan Fatubenao wilayah Puskot Atambua.

“Jadi programnya itu kita kerjasama dengan Kecamatan, dor to dor antar rumah setiap bulan antar obat ke warga pasien gangguan jiwa,” urai Andri yang saat ini mengabdi sebagai staf di Puskesmas Dilumil, Kecamatan Lamaknen.

Terkait kegiatan mengunjungi posyandu rutinitas dilakukan yang bertujuan untuk memotivasi ibu dan balita agar rajin mendatangi posyandu setiap bulan untuk memeriksa kondisi sekaligus mendapatkan obat dan asupan gizi bagi kesehatan ibu dan balita.

“Disamping itu juga memotivasi para kader posyandu agar semangat dalam memberikan pelayanan kesehatan pada ibu dan balita,” kata Andri.

Dalam melakukan kunjungan ke Posyandu pihaknya tidak sendiri tapi bersama Camat Kota dan Anggota DPRD Belu asal dapil I didampingi serta perangkat Kelurahan atau yang disebut lintas sektor.

“Intinya kegiatan itu tidak lain memberikan dorongan kepada ibu dan balita agar jangan lupa untuk datangi posyandu setiap bulan,” ungkap Andri.

Ditegaskan, sebagai tenaga kesehatan menjadi terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dirinya terus melayani memberikan pelayanan kesehatan sesuai tupoksi dan juga secara kemanusiaan kepada warga yang membutuhkan.

Diketahui, semasa mengabdikan diri sebagai seorang Dokter, Andri mendapatkan piagam penghargaan sebagai Dokter Tenaga Kesehatan Teladan Puskesmas tingkat Provinsi dari Gubernur NTT, Frans Lebu Raya pada 2017 silam.

Selain itu mendapat penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan Puskesmas tingkat Kabupaten dari Bupati Belu, Willybrodus Lay pada tahun 2019.