Bupati Belu Berkomitmen Raih Predikat Kabupaten ODF dan Kabupaten Sehat
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pemkab Belu melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Belu, menyelenggarakan Rapat Persiapan dan Penyampaian Hasil Verifikasi Lapangan, serta Kesepakatan untuk Percepatan Penyelesaian Pembangunan Jamban, di Aula Kantor BP4D Kabupaten Belu, Rabu (14/9/2022).
Kegiatan yang dihadiri pimpinan OPD, Kepala Desa, Kepala Puskesmas, unsur Forkopimda Kabupaten Belu serta pejabat atau pimpinan yang mewakili pimpinan OPD ini dalam rangka percepatan Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan.
Plt. Kepala BP4D Kabupaten Belu Riene Bere Baria, ST selaku Ketua Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Pokja PKP) mengatakan, ODF adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan.
Karena sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan komitmen bersama, terkait Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Lanjutnya, wilayah yang terpilih sebagai tempat verifikasi lapangan antara lain: Kecamatan Raimanuk, Kecamatan Tasifeto Barat, Kecamatan Tasifeto Timur, Kecamatan Raihat dan Kecamatan Nanaet Duabesi dengan jumlah sampling kabupaten sebanyak 135 KK yang tersebar di 14 desa.
Plt. Kaban juga mengatakan, di Kabupaten Belu, Buang Air Besar Sembarangan (BABS) masih menjadi kendala besar, dimana masih ada beberapa desa yang masyarakatnya belum 100% telah melakukan Buang Air Besar di jamban yang sehat.
“ODF menjadi penting karena ini adalah kriteria untuk meminta bantuan sanitasi ke pusat. Dalam waktu dekat, kami akan melakukan monitoring berkelanjutan untuk melihat perubahan perilaku masyarakat stop BABS,” ujarnya.
Bupati Belu – dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM dalam arahannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Belu berkomitmen meraih predikat Kabupaten ODF, begitu pula dengan Kabupaten Sehat.
Hal ini harus menjadi pemicu semangat OPD hingga lapisan pemerintah paling bawah untuk meningkatkan kinerja dengan semua Stakeholder untuk meraih prestasi menuju Belu menjadi Kabupaten ODF.
Karena itu, pihaknya meminta kepada para Kepala Desa yang ada di Kabupaten Belu untuk terus bersinergi mempercepat penyelesaian pembangunan Jamban keluarga.
“Perilaku hidup sehat ditambah lingkungan yang terjaga, dapat meminimalisasi kemungkinan penyebaran penyakit menular,” jelas Bupati Belu.
Pada kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan sebagai bentuk komitmen bersama terkait Stop BABS, sekaligus Deklarasi Desa Ekin dan Desa Henes Kabupaten Belu sebagai Desa STBM oleh Bupati Belu. (Tim Layanan Info Publik/toeb)

