Warga Belu Berobat Gratis Cukup Dengan KTP

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Demi mewujudkan masyarakat Belu yang sehat, berkarakter dan kompetitif sesuai dengan Visi Bupati dan wakil Bupati Belu dimana salah satu program unggulannya adalah berobat gratis menggunakan KTP Belu bagi masyarakat Kabupaten Belu.

Terhitung di hari kerja ke-90 dilakukan pencanangan pengobatan gratis menggunakan KTP bagi masyarakat Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Situasi pandemi saat ini, mengakibatkan masyarakat pada umumnya mengalami kesulitan secara ekonomi untuk mengakses kebutuhan hidup sehari-hari, salah satunya di bidang kesehatan.

Demikian Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin dalam press release yang diterima awak media usai pencanangan pengobatan gratis di Puskesmas Haliwen, Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Senin (26/7/2021).

Dikatakan, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Belu terus berupaya mencari solusi membantu masyarakat agar bisa keluar dari persoalan ekonomi dalam mengakses pelayanan kesehatan terutama dalam hal pembiayaan pelayanan kesehatan.

Oleh karena itu, masyarakat Belu mulai tanggal 1 AGUSTUS 2021, bisa berobat secara gratis hanya dengan menggunakan KTP Belu, atau NIK (Nomor Induk Kependudukan) Kabupaten Belu yang ada pada Kartu Keluarga (bagi yang belum memiliki KTP), dan bagi yang belum memiliki KTP atau NIK khususnya dalam hal ini bagi bayi baru lahir dapat menggunakan Surat Keterangan Lahir dari RS maupun Puskesmas.

“Langkah Pemerintah ini diambil setelah melalui berbagai analisa baik secara regulasi dan perhitungan yang teliti. Adapun regulasi yang mendasari hal ini diantaranya adalah UU No 40 tahun 2004 tentang Sistim Jaminan Sosial, UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, UU No 24 th 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, PP No 101 tahun 2012 tentang Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan, PP No 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Perpres No 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, Perpres No 64 tahun 2020 tentang Perubahan kedua atas Perpres No 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, Permendagri No 77 tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan daerah dan regulasi lainnya,” terang Agustinus.

Dijelaskan, Pemerintah Kabupaten Belu telah melakukan MoU bersama BPJS Kesehatan untuk mengatur teknis pelaksanaan Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage) bagi warga Belu. Fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang bisa melayani pengobatan gratis di Kabupaten Belu sejumlah 25 Fasyankes yaitu 17 Puskesmas, 1 RSUD, 3 Rumah Sakit Swasta (RS Sito Husada, RS Marianum Halilulik dan RST Wirasakti), 4 Klinik swasta ( Klinik St. Rafael Lahurus, Klinik St. Agustinus Fatubenao, Klinik Christorei Lolowa, Klinik Polres Belu) dan seluruh Fasyankes Rujukan di luar Kabupaten Belu sesuai dengan indikasi dan tujuan rujukan.

Lanjut dia, alur pelayanan kesehatan wajib melalui skema rujukan yang harus dimulai dari FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama), apabila berdasarkan indikasi medis harus dirujuk ke FKRTL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut) maka akan diberikan rujukan ke FKRTL dan berhak mendapat pelayanan rawat inap KELAS III. Kecuali pada kasus gawat darurat, maka masyarakat bisa langsung berobat ke UGD FKTP maupun FKRTL tanpa harus membawa rujukan.

“Sehubungan dengan hal ini, Pemerintah akan bertanggung jawab terhadap kesiapan Fasyankes baik dari segi pelayanan maupun sistim. Peningkatan kualitas pelayanan akan terus dilakukan demi memberikan pelayanan yang optimal dan bermutu kepada masyarakat,” ujar dia.

“Masyarakat Belu yang mau berobat, tidak perlu membawa SKTM atau surat keterangan lainnya. Cukup dengan identitas, yaitu KTP/NIK pada KK/Surat keterangan lahir bagi bayi baru lahir. Untuk memastikan jalannya pengobatan gratis, Pemerintah telah dan akan secara berkelanjutan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan melakukan upaya perbaikan,” tambah Agustinus.

Mantan Kepala RSU Atambua itu menuturkan, Pemerintah Belu menyiapkan layanan pengaduan dan akan menyiapkan layanan Call Center khusus pengaduan program pengobatan gratis. Call center disiapkan untuk membantu warga masyarakat yang mengalami kendala ketika menggunakan layanan kesehatan gratis ini.

“Dengan telah dijalankannya program berobat gratis bagi masyarakat Belu, tidak ada lagi masyarakat Belu yang tidak bisa mengakses pelayanan Kesehatan dan diharapkan dapat memberikan output dalam hal peningkatan kesejahteraan dan produktivitas masyarakat untuk bersama membangun Kabupaten Belu menuju perubahan yang lebih baik,” pungkas Agustinus.