BNPB Kasih Date Line Waktu Sampai Tanggal 2 Mei 2021.

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana memberikan deadline sampai tanggal 2 Mei 2021 kepada BPBD Kota Kupang untuk memasukan semua data rusak ringan,rusak sedang maupun rusak berat.

Demikian dikatakan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Jimmy Didok pada media siang tadi, Senin (20/4/21) di kantor DPRD Kota Kupang usai Rapat Dengar Pendapat (RDP). Ia mengatakan bahwa BNPB memberikan waktu kepada kami BPBD Kota Kupang untuk kami tuntaskan data yang sifatnya akurat.

Semua kriteria yang disampaikan oleh BNPB yaitu rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan sehingga dari situ data itu akan di buat dalam satu surat keputusan (SK) Wali Kota terus kami kirim ke BNPB nanti BNPB akan melakukan validasi lagi,” uajrnya.

Dasar validasi itu kalau sudah memenuhi syarat kriteria dari BNPB maka mereka akan kembalikan pada pemerintah kota Kupang untuk segera kita eksekusi karena semuanya melalui BPBD Kota Kupang,” ungkap Didok.

Menurutnya, untuk sementara saat ini kami sudah menyediakan datanya sudah lima hari ini kami melakukan validasi verifikasi lapangan. Tahap pertama kami akan lanjutkan ke BNPB setelah itu mungkin BNPB kasih date line waktu sampai tanggal 2 mei 2021.

Didok, jadi kami masih terus melakukan validasi terus di lapangan karena itu tentu masyarakat saat ini ada bahasa atau informasi bahwa kriteria semacam ini mereka tidak mendapat bantuan.

Sebenarnya sampai saat ini BNPB belum pernah mengeluarkan statement bahwa untuk kerusakan ringan, kerusakan sedang mereka tidak bayar kalau pun itu ada maka akan di ambil kebijakan oleh pemerintah Kota Kupang toh kita ada perwali 11A jelas bahwa kerusakan ringan, berat sedang itu selama ini kami lakukan dari BPBD Kota Kupang,” pintanya

Untuk bantuan Rehab Rekonstruksi (RR) ini memang perlu kehati-hatian. Kalau kita mau rujuk ke peraturan BNPB perda tiga tahun 2013 rekontruksi itu sebetulnya waktunya sampai enam bulan. Karena itu bantuan yang namanya stimulan ini masyarakat tidak boleh hanya menunggu sampai kapan bantuan datang lain kalau relokasi.

Didok,relokasi itu memang mereka sudah tidak ada rumah lagi,tapi kalau misalnya masyarakat yang seng rumahnya terbang 15–30 lembar saya kira masyarakat berupaya dulu yang penting ada dokumentasinya toh sampai bagaimanapun pemerintah akan menggantikan itu kalau kita menunggu sampai kapan pemerintah turunkan RR kasihan mereka mau tidur dimana itu masalah,” paparnya

BNPB targetkan kepada kami BPBD Kota Kupang sebetulnya Selasa besok ini cuma BNPB lihat situasi dan kondisi saat ini dengan tenaga untuk kita melakukan verifikasi dilapangan masih kurang makanya mereka berikan waktu kepada kami sampai tanggal 2 mei 2021 untuk target waktu BPBD Kota Kupang ke BNPB NTT.

Seperti yang sudah disampaikan oleh asisten II sebagai koordinator kita akan sandingkan merekrut tenaga dari PUPR maupun dari kelurahan kemudian juga dari tim-tim yang lain untuk mempercepat baik itu juga tim yang melakukan verifikasi dan juga tim yamg melakukan validasi data di BPBD Kota Kupang karena tenaga kami sendiri sangat terbatas.

Kendatk yang sama Ketua tim posko bencana kota kupang, Elvianus Wairata mengatakan ketika di komunikasikan dan dikonsultasikan oleh BNPB bahwa disitu mereka memberikan date line sebenarnya hari ini. Kemudian mereka perpanjang kembali sampai hari jumat. Namun ketika diskusi tadi mereka perpanjang sampai tanggal 2 mei 2021 seperti apa yang di sampaikan kepala BPBD Kota Kupang.

Sehingga dalam rangka mempercepat itu kita kemarin membentuk tim 7 orang dari PUPR, 6 orang dari perumahan pemukiman, ditambah dari BPBD Kota Kupang dan beberapa tenaga yang ada di kelurahan dan kecamatan.

Sekarang terkait dengan ini saya sudah lapor ke Wali Kota Kupang. Kita menambah lagi petugas PUPR maupun perumahan pemukiman dan kita rekrut juga dari kelurahan yang mempunyai kemampuan teknis untuk bisa melihat kriteria yang rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat supaya verifikasi dan validasi data itu bisa cepat,” tuturnya.

Terkait dengan update data itu kita sudah minta beberapa teman untuk membantu staf di BPBD Kota Kupang yaitu dari bagian PEM untuk bekerja karena mereka bekerja itu dari jam enam sore sampai jam enam pagi untuk menginput supaya bisa cepat selesai baru bisa kita kirimkan ke BNPB,” tegas Didok.