Kementerian PPPA Sosialisasi “Three Ends” di Kupang

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar sosialisasi “Three Ends” kepada lembaga masyarakat untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi NTT.

“Three Ends” adalah Tiga Akhiri yaitu, akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, dan akhiri kesenjangan ekonomi di NTT.

“Dalam sosialisasi ini kami bersama badan pemberdayaan perempuan dan anak serta lembaga masyarakat dari 22 kabupaten/kota yang ada di NTT agar bisa besinergikan dengan lembaga masyarakat dalam pencegahan kekerasan,dan trafficking,”kata Asisten Deputi Partisipasi Media Kementerian PPPA, Fatahilah, kepada wartawan saat melakukan kunjungan bersama lembaga masyarakat dari 22 kabaupaten/kota di NTT ke kantor Rumah Perempuan Kupang, Jumat (9/12/2016).

Menurut Fatahila, melalui kunjungan ini tentunya ada komitmen dan konsistensi yang bagus dari rumah perempuan, karena dari tahun 2000 dengan segala hiruk pikuk dengan segala prosesnya berhasil membangun kesadaran masyarakat dalam hal pencegahan kekerasan baik dari advokasi, sehingga memediasi persoalan kekerasan baik dilingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Secara singkat penjelasan yang disampaikan oleh direktris rumah perempuan dari ibu Libby memilki komitmen dalam membangun kekuatan buat masyarakat bagaimana untuk melapor dan mencegah dini di dalam keluarganya, sehingga yang menjadi penting,” ungkap Fatahila.

Baca : Ahok: Kecurangan Dalam Demokrasi sama dengan Korupsi

Fatahila mengaku, dalam hubungan kerjasama untuk tahun ini bersama lembaga sosial masyarakat dari pusat sudah cukup banyak terutama bidang trafficking, dan tindak pidana perdagangan orang, sehingga pastinya tahun depan lebih banyak lagi kerjasama baik dilevel pusat maupuan provinsi dengan lembaga masyarakat. ” Kami berharap badan pemberdayaan perempuan yang tahun depan sudah menjadi dinas harus bisa bersinergi dengan lembaga masyarakat,karena tidak bisa bekerja sendirian,” pinta Fatahila.

Sementara itu Direktris Rumah Perempuan Kupang,Libby Ratuarat-Sinlaeloe mengatakan,kunjungan yang dilakukan oleh Kementerain PPPA bersama badan pemberdayaan perempuan dan lembaga masyarakat se-NTT dengan tujuan dalam rangka kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT.

“Saya merasa senang dengan kunjungan ini, sebab kami bisa saling membagi cerita soal hambatan dan tantangan dari kabupaten lain dalam meingkatakan layanan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Libby.

Selain itu, kata Libby, kunjungan yang dilakukan ini sebagai pembelajaran penting yang akan dilakukan dikusi guna hasilnya akan menjadi rekomendansi untuk Kementerian PPPA antara lain pentingnya forum adat yang dibentuk di NTT,dan mendorong penegak hukum untuk meningkatkan layanan persoalan ketidak adailan gender di 22 Kabupaten/Kota di NTT, serta bagaimana kegiatan tidak hanya berakhir sampai disini, tetapi perlu adanya kegiatan lain yang dapat meminimalisir kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia, dan kesenjangan ekonomi di NTT.

“Khusus di NTT ada Three Ends plus, dimana plus ini bagaimana mendorong keterlibatan politik perempuan di parlemen. Untuk itu harapan ini tentunya perlu adanya kerjasama dengan semua pihak termasuk media untuk bersama-sama mengkampanye guna mengakhiri apa yang perlu dilakukan melalui Three Ends tersebut,” Tutup Libby.

Kunjungan yang dilakukan di tutup dengan memberikan dukungan tolak kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan membubuhkan tanda tangan pada kaian sepanjang empat meter di Kantor Rumah Perempuan Kupang.