Jadi Tersangka Korupsi DD Rp 800 Juta, Kades Naikake B dan Bendahara Ditahan Kejari TTU

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kejaksaan Negeri Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), menahan Kepala Desa Naikake B Kecamatan Mutis, Herminigildus Tob dan Bendahara, Milikheor Tob.

Keduanya diduga menyelewengkan anggaran Dana Desa sebesar Rp 800 juta.

“Malam ini kami menetapkan Kepala Desa dan Bendahara Desa Naekake B sebagai tersangka dan langsung ditindak lanjuti dengan penahanan selama 20 hari ke depan, di rumah tahanan Mapolres TTU “, kata Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, S.H, M.H kepada NTTOnlinenow.com, Selasa (13/04/2021) malam, di Kantor Kejaksaan Negeri TTU.

Kajari Robert menjelaskan, sesuai perhitungan penyidik dan berdasarkan bukti-bukti yang ada, akibat tindakan keduanya negara dirugikan hingga mencapai Rp800 juta.

Baca juga : http://www.nttonlinenow.com/new-2016/2021/03/31/dugaan-korupsi-dana-desa-kades-naikake-b-diperiksa-penyidik-kejari-ttu/

http://www.nttonlinenow.com/new-2016/2021/04/02/dugaan-korupsi-pengelolaan-dana-desa-sekdes-dan-bendahara-naikake-b-mangkir-di-panggilan-kedua/

http://www.nttonlinenow.com/new-2016/2021/04/13/tidak-kooperatif-kepala-desa-dan-bendahara-naikake-b-digiring-penyidik-ke-kejari-ttu-ada-dokumen-dan-truk-disita/

“Kerugian negara akibat tindakan oknum Kades dan Bendahara Desa Naikake B, mencapai Rp 800 juta”, kata Roberth.

Hingga kini, pihak kejaksaan masih terus melakukan perhitungan kerugian negara. Terutama pada sejumlah proyek yang diketahui mangkrak dan tidak ada asas manfaatnya bagi masyarakat.

“Apabila dalam perhitungan nantinya ditemukan pekerjaan yang mangkrak merugikan negara secara keseluruhan, jelasnya, maka kerugian negara bisa mencapai miliaran rupiah. Kita masih akan dalami apakah itu sesuatu yang total los (proyek mangkrak) ataukah kita akan menghitung itu kekurangan volume pekerjaan, kalau kita anggap total los maka kerugian negara bisa mencapai miliaran rupiah. Akan kita dalami lagi dalam proses penyidikan,” tegas Roberth.