Wabup Vicente Hornai Resmi Buka Musrembang RKPD Belu Tahun 2027
Laporan Yan Manek
Atambua, NTTOnlinenow.com – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Belu Tahun 2027 di gedung Betelalenok Atambua, Senin (20/4).
Kegiatan dihadiri Pj. Sekda Belu, Ketua DPRD Belu, Pimpinan Forkopimda, Pimpinan OPD, para Asisten, Staf Khusus Bupati, para Camat, Kepala Desa, tokoh agama, akademisi, dunia usaha, organisasi profesi, kelompok disabilitas, organisasi perempuan, pemuda perwakilan warga dan anak.
Wabup Vicente dalam sambutannya menyampaikan, penyusunan RKPD merupakan agenda tahunan Pemerintah sesuai amanat undang-undang nomor 25 tahun 2024 dan peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 86 tahun 2017. Pelaksanaan Musrembang merupakan salah satu tahapan dalam penyusunan RKPD.
Menurut dia, musrembang RKPD Kabupaten menjadi wadah sinkronisasi dan sinergi antara usulan masyarakat dengan program kerja Pemerintah. “Forum ini merupakan salah satu tahapan penting untuk memastikan arah kebijakan pembangunan guna menjawab kebutuhan riil masyarakat, melalui pendekatan perencanaan bottom-up, mulai dari tingkat desa dan kecamatan, kita berupaya menyusun RKPD yang partisipatif dan transparan,” ujar Vicente.
Dalam rangka mendukung pencapaian visi pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Belu 2025 2029 yaitu, “Belu Berkualitas, Mandiri, Harmonis, Demokratis dan Berbudaya”, maka RKPD tahun 2027 mengusung tema pembangunan “Penguatan kualitas sumber daya manusia dan pemenuhan layanan dasar untuk menunjang pertumbuhan ekonomi.
“Tema besar ini akan dijabarkan dan diwujudkan melalui melalui 10 program prioritas daerah,” kata Vicente.
Lanjut Wabup Belu, kita semua tentu meyakini bahwa perencanaan yang baik adalah kunci keberhasilan pembangunan. Oleh sebab itu sinergi antara Pemerintah Kabupatan dan Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Pusat harus tetap terjaga guna memastikan keselarasan langkah dalam membangun daerah.
“Di momen ini saya menaruh harapan besar kepada Pemerintah Provinsi NTT untuk senantiasa memberikan dukungan bagi akselerasi pembangunan di Belu. Kita menyadari bahwa keterbatasan sumber daya menuntut kita untuj semakin solid dalam membangunan kolaborasi lintas Pemerintah maupun lintas pemangku kepentingan, demi kesejahteraan seluruh warga Belu,” ucap dia.
Tutur Vicente, di tengah kondisi ketidakpastian global yang mengakibatkan terjadinya pemangkasan anggaran melalui efisiensi transfer keuangan ke daerah oleh Pemerintah Pusat, maka diperlukan berbagai strategi yang jitu untuk menyesiati keterbatasan anggaran di daerah sehingga alokasi anggaran benar-benar tepat dan memberikan dampak bagi terpenuhinya pelayanan dasar masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Langkah lain yang juga perlu dilakukan adalah melakukan pemilahan dan penentuan skala prioritas pembangunan yang tepat serta penerapan efisiensi anggaran pada belanja operasional yang kurang produktif, sehingga dengan keterbatasan yang ada tidak menjadi penghalang pembangunan, melainkan hasrus menjadi pemicu munculnya ide-ide kreatif dalam pelaksanaan pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“Kita akan mendorong inovasi melalui digitalisasi pelayanan, serta memperkuat kolaborasi dengan pihak lain untuk menutup gap pembiayaan pembangunan,” kata dia.
Selain itu dibutuhkan dukungan dan pengawalan dari DPRD sebagai mitra Pemerintah dan pengawal aspirasi masyarakat terhadap rencana kerja pemerintah daerah tahun 2027 yang diarahkan terutama untuk penurunan kemiskinan ekstrem, prevelensi stunting dan penguatan ketahanan pangan guna menunjang pertumbuhan ekonomi daerah
“Saya ajak seluruh lembaga dan segenap komponen masyarakat untuk bahu membahu serta memberikan dukungan penuh dalam mengawal setiap proses pembangunan. Partisipasi aktif saudara sekalian adalah energi utama bagi kemajuan Kabupaten Belu tercinta,” tambah Vicente.

