Warga Kota Kupang Makin Sadar Cegah DBD

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Masyarakat Kota Kupang disebut sudah mulai memiliki kesadaran dalam mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal ini dibuktikan dengan menurunnya angka pasien DBD dalam tiga bulan terakhir, dibandingkan dengan masa waktu yang sama pada tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Retnowati Kepada wartawan di Balai Kota mengatakan, angka DBD tahun ini menurun jauh dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pencapaian ini, harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Pada tiga bulan pertama tahun 2021 ini, Dinkes Kota mencatat sudah terdapat 309 kasus, dengan satu kematian. Dibandingkan pada bulan yang sama tahun sebelumnya mengalami penurunan. Tahun sebelumnya pada tiga bulan di awal tahun diatas 800 kasus.

“Artinya masyarakat sudah mulai sadar, merawat dan menjaga lingkungan tetap bersih. Pencapaian ini harus dipertahankan dan terus ditingkatkan,” katanya.

Dikatakan Retnowati, masyarakat juga mulai sadar saat mengtahui anak-anaknya sudah timbul gejala DBD. Dari 309 kasus itu, kata Retnowati, paling banyak pada grate 1 atau diagnosa awal.

Hal itu, lanjut Retnowati menunjukan masyarakat semakin sadar untuk cepat membawa anaknya ke sarana Kesehatan untuk mendapatkan pelayanan, begitu mengetahui anaknya ada gejala DBD.

Kepala Bidang Pencagahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kupang, Sri Wahyuningsi menambahkan, dari 309 kasus DBD, baru terdapat satu kematian. Dinas kesehatan sebelumnya mengeluarkan data kematian akibat DBD sebanyak dua orang.

Sri menjelaskan, setelah dilakukan penyelidikan epidmologi dan pendalaman data, ternyata satu kematian itu merupakan anak dari Rote yang dirujuk ke RS WZ Yohanes Kupang dan sempat menginap diwilayah Kota Kupang.

“Jadi kita dilaporkan ada dua kasus kematian itu, padahal baru satu. Saat penyelidikan epidemologi, ternyata dari Rote dan juga dibawah pulang ke Rote untuk dikuburkan di sana, tidak disini,” katanya.

Sri mengatakan, kunci utama dari pencegahan DBD ini, adalah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Upaya lain juga menjadi kunci menekan berkembang biaknya jentik nyamuk adalah melakukan gerakan 3M.

Pencegahan juga meski dilakukan secara menyeluruh dalam satu lingkungan tempat tinggal. Sebab, meski rumah ataupun tempat tinggal sendiri sudah bersih, namun kalau dalam jangkauan radius 200 meter dari tempat tinggal sendiri tidak bersih, juga berpotensi terkena DBD.