Perayaan Jumat Agung di Belu Berjalan Kondusif dan Menerapkan Prokes

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Perayaan Jumat Agung di gereja yang tersebar dalam wilayah Kabupaten Belu perbatasan Indonesia dengan RDTL (Timor Leste) berjalan dengan aman dan lancar.

Umat nasrani menjalankan ibadah dengan penuh ketenangan dan kedamaian dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Perayaan jumat agung mendapat pengamanan ketat dari aparat gabungan TNI-Polri.

Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh, usai memantau pengamanan menuturkan, pelaksanaan Ibadah berlangsung aman dan lancar, didasari pengamatan langsung dirinya di lapangan serta laporan yang diterima dari Para Perwira Pengendali dan Kapolsek jajaran, yang mengendalikan pengamanan di setiap tempat ibadah.

Dari pengamatannya di lapangan sendiri, pihaknya di dukung personil TNI, Dishub Darat, Orang Muda Katholik (OMK), THS-THM serta mitra kamtibmas lainnya, bersinergi secara baik dalam menjamin kelancaran ibadah, juga difokuskan pengawasan penerapan protokol kesehatan

Ditutukan, kaitan pengamanan di gereja-gereja dia mewajibkan para Perwira di lapangan bahwa selain melaksanakan pengamanan secara baik, tapi wajib melaporkan setiap perkembangan dilapangan. “Alhamdulillah, dari pengamatan di lapangan serta laporan yang Saya terima, pelaksanaan Misa jumat Agung pagi hingga menjelang siang tadi, secara umum berjalan kondusif,” ujar Khairul.

Lanjut dia, penerapan protokol kesehatanpun berjalan dengan baik, umat pakai masker, mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan oleh pihak gereja dan jaraknya juga diatur.

“Untuk pengamanan sendiri akan dilanjutkan sore nanti, Harapan kami dan juga seluruh masyarakat, pelaksanaan ibadah hingga minggu Paskah nanti tetap kondusif dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” pinta Khairul.

Dijelaskan, untuk pengamanan ibadah di gelaran operasi Semana Santa Ranakah 2021 ini, pihaknya juga menyediakan 2 (dua) pos pam masing-masing di gereja Kathedral dan Polycarpus. Penempatan pos di lokasi gereja dan titik-titik tertentu agar lebih mudah melayani masyarakat, bilamana ada gangguan kamtibmas, sebelum, selama dan sesudah perayaan Paskah.

”Seluruh Posnya sudah berdiri dan seperti tahun-tahun sebelumnya, masing-masing pos ditempati anggota yang dipimpin oleh Perwira. Didalamnya (pos pam) kita lengkapi buku mutasi, Peta geografi demografi, peta maping kerawanan daerah serta kendaraan bermotor.” urai Kapolres Belu.

Tanbah Khairul, pihaknya bangun pos di titik-titik tersebut, untuk lebih mudah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu keberadaan pos-pos ini untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas dan sebagai upaya kita mencegah munculnya klaster baru Covid-19 dengan terus mengawasi dan mengimbau masyarakat agar patuh dengan protokol kesehatan.