Personel Satgas Yonif 742 Berbagi Ilmu Dengan Anak-Anak di Perbatasan Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Personel Pos Mahen Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 742/SWY meluangkan waktu mengajarkan anak-anak pelajar di tengah pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan peduli pendidikan dilakukan personel Pos Mahen bagi pelajar
Sekolah Dasar di Dusun Fatubesi, Desa Baudauk, Kecamatan Lasiolat Kabupaten Belu wilayah Timor Barat disela-sela menjaga kedaulatan NKRI di wilayah Belu Perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Danpos Mahen Letnan Dua Cpl I Nengah Karmajaya menuturkan, kegiatan belajar mengajar tersebut dilakukan sebagai salah satu terobosan Satgas Yonif 742/SWY dalam upaya meingkatkan kualitas belajar anak-anak khususnya tingkat SD yang tinggal di dusun dekat Pos Mahen dengan memberikan tambahan waktu belajar.

“Ini merupakan salah satu wujud kepedulian Satgas terhadap adik-adik di perbatasan khususnya terkait pengetahuan dan wawasan sehingga kedepan mereka mampu membangun kampungnya sendiri,” ujar dia dalam reales yang diterima media, Selasa (30/3/2021).

Sebelumnya, tutur Nengah sapaanya, ada tiga sampai empat anak yang datang untuk belajar, namun setelah berjalan beberapa hari, mereka datang sendiri untuk belajar karena belajar disekolah waktunya juga terbatas akibat pandemi Covid-19.

“Materi yang diberikan seperti Matematika, IPA dan Wawasan Kebangsaan selama tiga hari di lopo-lopo Pos Mahen yang beratapkan terpal dan diatasnya daun kelapa,” terang dia.

“Nanti, kedepan atap lopo-lopo ini akan kita ganti dengan seng atau sejenisnya sehingga adik-adik bisa bejalar dengan lebih nyaman,” tambah Nengah.

Terpisah, Komandan Satgas Pamtas Sektor Timur Mayor Inf Bayu Sigit Dwi Untoro memberikan apresiasi kepada Danpos yang telah berupaya ditengah keterbatasan memberikan pembinaan dan pembelajaran kepada anak-anak kita dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Ini patut diapresiasi, disamping tugas pokok menjaga wilayah perbatasan mereka bisa meluangkan waktu untuk melaksanakan pembinaan teritorial secara terbatas salah satunya belanjar mengajar,” jelas Bayu Sigit.

Dikatakan bahwa, masing-masing pos sudah diberikan bekal sebelum berangkat tugas tentang pengetahuan dibidang kependidikan dan sekarang waktunya yang tepat mereka terapkan kepada masyarakat.

“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga merupakan tanggungjawab kita bersama dalam memajukan dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing ditengah kehidupan global,” tegas Alumnus Akmil 2003 itu.

Bayu Sigit berharap agar para orang tua memberikan perhatian dan pengawasan lebih kepada anak terutama pada saat belajar di rumah mengingat pada pendemi Covid-19, waktu belajar lebih banyak dirumah dari pada di sekolah.